BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Harga Cabai Merah Anjlok Pascalibur Lebaran 2026, Pengamat Ekonomi Sumut Ungkap Tiga Penyebab Utama

Abyadi Siregar - Selasa, 31 Maret 2026 17:44 WIB
Harga Cabai Merah Anjlok Pascalibur Lebaran 2026, Pengamat Ekonomi Sumut Ungkap Tiga Penyebab Utama
Cabai merah. (foto: Dok. Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Harga cabai merah di pasar tradisional Kota Medan dan sekitarnya mengalami penurunan signifikan pascalibur Idulfitri 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah sempat menyentuh titik terendah di kisaran Rp19.800 per kilogram dan kini bertahan di angka Rp21.000 per kilogram.

Penurunan ini menyebabkan dampak yang cukup besar bagi petani, dengan beberapa lapisan pasar mencatatkan harga jual yang jauh lebih rendah dari sebelumnya.

Baca Juga:

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebutkan bahwa keterpurukan harga cabai ini turut mencerminkan kondisi yang lebih buruk di tingkat produsen.

Dalam kunjungan langsungnya ke beberapa daerah penghasil cabai di Sumut, ia menemukan harga cabai merah yang sangat rendah, bahkan sempat dijual hanya seharga Rp15.000 per kilogram.

"Berdasarkan pemantauan di lapangan, saya menemukan harga cabai merah yang dijual seharga Rp15.000 per kilogram. Bahkan, petani di Deli Serdang mengaku menjual cabai mereka hanya dengan harga Rp7.000 hingga Rp10.000 per kilogram," ujar Gunawan, Selasa (31/03/2026).

Menurut Gunawan, ada tiga faktor utama yang menyebabkan harga cabai merah anjlok secara tajam pasca-libur lebaran.

Berikut adalah penjelasan rinci mengenai ketiga faktor tersebut:

1. Anomali Cuaca dan Bencana Alam

Gunawan menjelaskan bahwa bencana banjir besar yang terjadi pada akhir tahun 2025 memaksa petani cabai untuk menanam ulang tanaman mereka.

Banjir yang melanda sebagian besar lahan pertanian di wilayah Sumatera Utara, terutama di Deli Serdang, mengubah siklus panen raya, yang seharusnya terjadi pada awal Ramadhan, mundur ke bulan Maret.

Kondisi ini menyebabkan pasokan cabai melimpah di pasar pada bulan Maret, tepat setelah liburan Idulfitri, yang berujung pada penurunan harga.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Eks Kepala Bank BNI Aek Nabara Gelapkan Rp 28 Miliar Uang Jemaat Gereja, Polda Sumut Ajukan Permohonan Penyitaan Aset
Wali Kota Medan Buka Musrenbang RKPD 2027, Targetkan Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Aktivis Hukum Binjai Apresiasi Kinerja Dirnarkoba Polda Sumut dalam Pemberantasan Narkoba
Sumut Dorong Penguatan IKM, Kawasan Industri dan Hilirisasi Komoditas Unggulan Jadi Kunci Peningkatan Ekonomi Daerah
Banggar DPR RI Desak Pemerintah Hentikan Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya Demi Stabilitas Fiskal
Pemprov Sumut Terima Rp 4,5 Miliar dari Sektor Pertambangan pada 2025, Targetkan Peningkatan PAD
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru