Roy Suryo Kembali Bikin Geger Klaim Temukan Kejanggalan di Skripsi hingga Tanda Tangan Jokowi
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo kembali menyoroti dokumen akademik Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya mempersoalkan ijazah,
POLITIK
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti adanya anomali dalam tata niaga gula nasional. Di tengah kebijakan impor yang terus berjalan, gula produksi dalam negeri justru sulit terserap pasar.
Hal itu disampaikan Amran dalam rapat di DPR RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Ia mengungkapkan kondisi ini juga terjadi pada produk turunan seperti molase yang mengalami penurunan harga signifikan.
"Satu sisi kita impor gula, tetapi anehnya gula kita tidak bisa laku. Molase kita juga tidak bisa laku. Dulu harganya Rp 1.900 per liter, sekarang turun sampai Rp 1.000. Ada apa ini?" ujar Amran.Baca Juga:
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kinerja industri gula nasional, termasuk badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tersebut. Sebelumnya dilaporkan, salah satu perusahaan gula pelat merah mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah.
Amran mengungkap adanya praktik penyimpangan distribusi gula rafinasi yang masuk ke pasar konsumsi. Padahal, gula jenis tersebut seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan industri.
"Rembesannya kita temukan di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan. Gula rafinasi ini masuk ke pasar sebagai gula konsumsi. Ini membahayakan," tegasnya.
Sebagai langkah penanganan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penerapan kebijakan Larangan dan Pembatasan (Lartas) guna mengendalikan distribusi gula dan mencegah praktik penyimpangan.
"Solusinya adalah Lartas, dan itu sudah diterbitkan. Ini bagian dari upaya kita menutup celah yang ada," jelas Amran.
Selain persoalan distribusi, Amran juga menyoroti kondisi hulu sektor gula, khususnya tanaman tebu yang dinilai sudah tidak produktif. Berdasarkan evaluasi pemerintah, sekitar 70% hingga 80% tanaman tebu nasional sudah melewati usia optimal.
Dari total sekitar 500 ribu hektare lahan tebu, lebih dari 300 ribu hektare merupakan tanaman lama yang menjadi penghambat peningkatan produksi.
Pemerintah pun mengalokasikan anggaran untuk program bongkar ratun guna meningkatkan produktivitas. Program ini ditargetkan mencakup 100 ribu hektare per tahun selama tiga tahun ke depan.
"Kita bantu petani melalui subsidi bongkar ratun. Targetnya 100 ribu hektare per tahun, sehingga dalam tiga tahun bisa selesai," ujar Amran.
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo kembali menyoroti dokumen akademik Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya mempersoalkan ijazah,
POLITIK
BENGKAYANG Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Dikreg ke67 sebagai Tim Edukasi Lemdiklat Polri turun langsung mengedukasi masyarakat di Kabu
NASIONAL
JAKARTA Data kemiskinan Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia (World Bank) menunjukkan angka berbeda cukup jau
EKONOMI
MEDAN Kasus dugaan pelanggaran lingkungan hidup terkait temuan kayu gelondongan saat banjir di Sumatera Utara (Sumut) memasuki babak baru.
HUKUM DAN KRIMINAL
PATI Jumlah siswa yang mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati,
PERISTIWA
CILACAP PT Pertamina Patra Niaga masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait rencana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan kelo
EKONOMI
MEDAN Siti Aisah, seorang asisten rumah tangga (ART) di Medan, divonis 6 tahun penjara karena terbukti menghilangkan nyawa bayi yang baru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia akan menjalani tiga pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda tergabung di Grup A bersama Singapur
OLAHRAGA
JAKARTA Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyebut eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak terlibat dalam pe
NASIONAL
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana bersama sejumlah pemohon mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpr
POLITIK