BREAKING NEWS
Jumat, 17 April 2026

Rusia Siap Pasok BBM dan LPG ke RI, ESDM: Skema Kerja Sama Masih Dibahas Tim Teknis

Adelia Syafitri - Rabu, 15 April 2026 14:33 WIB
Rusia Siap Pasok BBM dan LPG ke RI, ESDM: Skema Kerja Sama Masih Dibahas Tim Teknis
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. (Foto: migas.esdm)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Rusia siap memasok minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG) ke Indonesia. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu.

"Skema kerja sama masih dalam tahap pembahasan teknis. Tim dari Indonesia dan Rusia sedang menyusun detailnya, termasuk terkait volume pasokan," ujar Laode di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga:

Menurutnya, meski belum ada angka pasti terkait volume, komitmen Rusia untuk memasok crude oil, BBM, dan LPG dinilai sebagai langkah positif bagi Indonesia.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan bahwa kerja sama tersebut mencakup pasokan energi serta pengembangan fasilitas penyimpanan (storage).

Kesepakatan ini dibahas dalam pertemuan bilateral antara Bahlil dan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Rusia pada 14 April 2026, sebagai tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi kedua kepala negara di Kremlin.

Bahlil menjelaskan, kerja sama akan dijalankan melalui dua skema, yakni government to government (G2G) dan business to business (B2B). Model ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasokan energi dalam jangka panjang.

Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kerja sama lebih luas dengan Rusia, termasuk pengembangan storage crude, pasokan energi jangka panjang, hingga penjajakan di sektor energi baru seperti nuklir dan mineral.

Pemerintah menilai kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik yang berdampak pada harga dan distribusi energi dunia.*

(d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunker ke Rusia dan Prancis, Disambut Gibran di Halim
Pimpinan MPR Sebut RI Masuk Zona Aman Energi Usai Dapat Pasokan dari Rusia
Mentan Amran: Stok Beras RI Aman hingga 11 Bulan, Siap Hadapi Krisis Pangan Global
UKW dan Seminar AMSI Digelar di Banda Aceh, Sekda Tekankan Profesionalisme Wartawan
Kahiyang Ayu Pimpin Bakti Sosial HKG ke-54 di Asahan, Warga Antusias Layanan Kesehatan Gratis
Aturan Baru Kemenkes! Produk Minuman Siap Saji Harus Cantumkan Nutri Level Mulai 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru