Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui pengembangan energi alternatif berbasis limbah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengolah sampah dan limbah agro menjadi sumber listrik.
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir mengungkapkan, potensi biomassa di Indonesia sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
"Saat ini serapan biomassa oleh PLN baru sekitar 2,5 juta ton per tahun atau setara 2,5 persen dari potensi yang ada," ujar Hokkop di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga:
Ia menjelaskan, limbah agro di Indonesia diperkirakan mencapai 80 juta ton per tahun, dengan sekitar 60 juta ton di antaranya belum dimanfaatkan. Jika ditambah dengan sampah nasional, total potensi bahan baku energi alternatif bisa melampaui 100 juta ton per tahun.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, PLN EPI menjalin kerja sama strategis dengan PT Green Marte International. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mengembangkan pengolahan limbah menjadi energi sekaligus mendorong ekonomi sirkular.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan mengembangkan pemanfaatan sampah kota (municipal waste) dan limbah agro menjadi bahan bakar alternatif seperti biochar dan syngas.
Hokkop menegaskan, pengembangan biomassa harus didukung model bisnis yang kuat agar dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan nilai ekonomi bagi sistem energi nasional.
"Pengembangan energi biomassa harus terintegrasi antara teknologi dan model bisnis yang feasible," jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Green Marte International Teddy Sujarwanto menyebut pengolahan sampah menjadi energi merupakan solusi strategis yang tidak hanya menghadirkan energi alternatif, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan.
Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan biochar sebagai substitusi batu bara untuk mendukung program cofiring di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan pusat biomassa (biomass hub), riset teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
PLN EPI menegaskan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini menjadi tahap awal untuk menguji kesiapan teknologi dan model bisnis sebelum masuk ke tahap implementasi lebih luas.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.