BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

IHSG Dibuka Menguat ke 7.576, Saham BDMN Melonjak Hampir 20 Persen

Adelia Syafitri - Kamis, 23 April 2026 09:45 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke 7.576, Saham BDMN Melonjak Hampir 20 Persen
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Kamis, 23 April 2026.

Penguatan terjadi di tengah sentimen kebijakan suku bunga Bank Indonesia serta perkembangan geopolitik global yang masih fluktuatif.

Berdasarkan data RTI Infokom pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat ke level 7.576,92 dan sempat bergerak dalam rentang 7.563 hingga 7.582.

Baca Juga:

Secara keseluruhan, pasar mencatat 330 saham menguat, 107 saham melemah, dan 227 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp13.559 triliun.

Sejumlah saham unggulan terpantau menjadi pendorong penguatan indeks. Saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) melonjak 19,48 persen ke level Rp4.600 per saham.

Penguatan juga terjadi pada PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) yang naik 2,59 persen ke Rp595.

Di sektor energi dan konstruksi, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 0,83 persen ke Rp242, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik 0,88 persen ke Rp2.280, serta PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) yang naik 1,1 persen ke Rp1.375.

Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut penguatan pasar masih dipengaruhi keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen, dengan suku bunga deposit facility 3,75 persen dan lending facility 5,5 persen.

Kebijakan ini dinilai menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

Bank Indonesia memperkirakan inflasi tetap berada dalam target 2026–2027 sebesar 2,5 persen ±1 persen, sementara pertumbuhan ekonomi diproyeksikan di kisaran 4,9–5,7 persen pada 2026.

Dari sisi global, pasar juga dipengaruhi sentimen geopolitik Timur Tengah serta ekspektasi terhadap negosiasi damai Amerika Serikat dan Iran.

Ketidakpastian terkait jadwal perundingan membuat pelaku pasar tetap berhati-hati.

Investor juga mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan kuartal I/2026, terutama emiten teknologi besar (big tech) yang dinilai dapat menjadi penggerak utama pasar global.*


(bi/ad)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Tembus Rp17.251 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah!
Harga Emas Antam Ambruk Lagi! Kini Rp 2,8 Juta per Gram, Saatnya Beli atau Jual?
KPPU Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?
Stigma Kanibalisme di Sumatra Utara Diduga Dibentuk Demi Kepentingan Dagang, Ini Penjelasannya
HIMMAH dan ISARAH Batu Bara Tolak Isu Provokatif, Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas dan Iklim Investasi
Bupati Asahan Terima Penghargaan Mendagri di Musrenbang Sumut 2027, Tegaskan Semangat Gotong Royong Antar Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru