BREAKING NEWS
Rabu, 10 Juni 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.394 per Dolar AS, Sentimen Global dan Kontraksi Manufaktur Jadi Pemicu Utama

Nurul - Senin, 04 Mei 2026 17:01 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.394 per Dolar AS, Sentimen Global dan Kontraksi Manufaktur Jadi Pemicu Utama
ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Senin (4/5/2026). (Foto: FAUZA SYAHPUTRA|KATADATA)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Senin (4/5/2026). Rupiah tercatat turun 57 poin atau sekitar 0,33 persen ke level Rp17.394 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sejumlah sentimen eksternal dan domestik. Dari faktor global, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait upaya pembebasan kapal di Selat Hormuz turut memicu ketidakpastian di pasar.

Selain itu, dinamika geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat juga menambah tekanan terhadap pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga:

"Ketegangan geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global," ujar Ibrahim dalam risetnya.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 masih mencatatkan surplus sebesar 3,32 miliar dolar AS. Namun, kondisi tersebut belum cukup kuat menahan tekanan terhadap rupiah.

Surplus terjadi karena nilai ekspor sebesar 22,53 miliar dolar AS, meski turun 3,10 persen secara tahunan. Sementara itu, impor tercatat sebesar 19,21 miliar dolar AS atau tumbuh 1,51 persen.

Di sisi lain, sektor manufaktur Indonesia menunjukkan tanda pelemahan. Data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global mencatat PMI Indonesia berada di level 49,1 pada April 2026. Angka ini menandakan kontraksi dan menjadi yang terendah dalam sembilan bulan terakhir.

Kontraksi tersebut dipicu oleh penurunan volume produksi yang terjadi selama dua bulan berturut-turut, dengan laju penurunan yang semakin cepat.

Melihat kondisi tersebut, Ibrahim memprediksi pergerakan rupiah pada perdagangan selanjutnya masih akan fluktuatif dan berpotensi melemah di kisaran Rp17.390 hingga Rp17.440 per dolar AS.*

(in/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BPS Catat Impor Perhiasan dari Australia Melonjak 469 Persen saat Harga Emas Turun
Rupiah Melemah Tipis, Ancaman Koreksi ke Rp17.400 Makin Terbuka
Harga Pertamax Turbo 2 Mei 2026 Masih Stabil, Ini Daftar Lengkap Tarif di Seluruh Indonesia
Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,796 Juta/Gram, Buyback Ikut Melemah
IHSG Sepekan Anjlok 2,42% ke 6.956, Asing Net Sell Nyaris Rp50 Triliun
ASN Sumut Dilarang Terlibat Judol dan Pinjol, Pemprov Beri Peringatan Keras!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru