Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026) sore. Penguatan bursa saham domestik didorong sentimen positif pasar global dan optimisme investor terhadap kondisi ekonomi internasional.
Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup naik 81,854 poin atau menguat 1,15 persen ke posisi 7.174,321. Sepanjang perdagangan, indeks sempat bergerak fluktuatif dengan level terendah di 7.107 dan tertinggi mencapai 7.207.
IHSG dibuka di level 7.160 sebelum akhirnya bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan.
Baca Juga:
Total volume perdagangan tercatat mencapai 42,163 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp22,798 triliun. Kapitalisasi pasar juga mencapai Rp12.808 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,67 juta kali transaksi.
Secara keseluruhan, sebanyak 361 saham menguat, 295 saham melemah, dan 160 saham lainnya stagnan.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman sebelumnya memprediksi IHSG berpotensi menguji level resistance di kisaran 7.100 hingga 7.150.
"Hati-hati jika gagal break, masih berpotensi koreksi kembali ke 6.850-7.000," ujar Fanny dalam riset hariannya.
Ia menyebut level support IHSG berada di kisaran 6.950 hingga 7.000, sementara resistance di area 7.100 sampai 7.150.
Meski perdagangan sebelumnya masih dibayangi aksi jual investor asing atau net sell sebesar Rp484 miliar, sentimen positif dari bursa global turut menopang penguatan IHSG hari ini.
Di pasar global, indeks Wall Street kompak melesat pada perdagangan Rabu (6/5). Penguatan dipicu optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks S&P 500 tercatat naik 1,46 persen, Nasdaq Composite menguat 2,02 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik 1,24 persen.
Sementara di kawasan Asia, mayoritas bursa saham juga bergerak di zona hijau. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,22 persen, Taiex Taiwan menguat 0,91 persen, dan ASX 200 Australia melesat 1,30 persen.
Penguatan bursa regional tersebut ikut memberi sentimen positif bagi perdagangan saham di Indonesia.*
(mt/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.