BREAKING NEWS
Rabu, 13 Mei 2026

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.333 per Dolar AS, Sentimen Damai AS-Iran Jadi Pendorong

Dharma - Kamis, 07 Mei 2026 16:49 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.333 per Dolar AS, Sentimen Damai AS-Iran Jadi Pendorong
ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026) sore. (Foto: SHUTTERSTOCK/VERRA WIDHI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026) sore. Penguatan mata uang Garuda dipicu sentimen positif pasar global terkait potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.333 per dolar AS atau menguat 54 poin setara 0,31 persen dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp17.387 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah berada di level Rp17.335 per dolar AS atau naik 65 poin dibanding perdagangan sebelumnya di posisi Rp17.400 per dolar AS.

Baca Juga:

Sedangkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di level Rp17.362 per dolar AS, menguat dari posisi sebelumnya Rp17.405 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi respons positif pelaku pasar terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memberi sinyal adanya peluang kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik dengan Iran.

Menurut Ibrahim, sentimen tersebut membuat pasar global lebih optimistis meski belum ada tanggapan resmi dari pihak Teheran.

"Pasar melihat ada peluang meredanya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah sehingga mendorong penguatan mata uang emerging market termasuk rupiah," ujarnya.

Trump sebelumnya menyebut akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz karena adanya kemajuan pembicaraan damai dengan Iran. Namun, di sisi lain Angkatan Laut AS tetap melanjutkan blokade pelabuhan Iran.

Di tengah sentimen global tersebut, kondisi ekonomi domestik juga dinilai turut menopang penguatan rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ekonomi Indonesia mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan setelah mencatatkan pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal I-2026.

Pemerintah bersama Bank Indonesia juga disebut terus menjaga stabilitas likuiditas dan menyiapkan stimulus tambahan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan kombinasi sentimen global dan optimisme ekonomi domestik, pergerakan rupiah diperkirakan masih berpotensi stabil dalam beberapa waktu ke depan.*

(mt/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.330 per Dolar AS, Sentimen Global dan Data Ekonomi Jadi Penopang
Saksi Ungkap Cairan Air Keras ke Andrie Yunus Berbau Menyengat dan Rusak Motor Korban
Insiden di Tanjab Timur, Oknum Kades Diduga Ucapkan Kalimat Merendahkan kepada Jurnalis
Hakim Militer Minta Oditur Hadirkan Ahli Kimia di Sidang Teror Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus
Kemlu Ungkap Posisi Terakhir Kapal Tanker Iran di Selat Lombok, Masih Jalani Hak Lintas Internasional
IHSG Ditutup Menguat ke Level 7.092, Ikuti Bursa Asia di Tengah Turunnya Harga Minyak Dunia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru