Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BATU BARA – Polemik belum meratanya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya mendapat penjelasan dari Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Batu Bara yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, S.E., M.AP.
Sebelumnya, masyarakat menyoroti belum terlaksananya Program MBG di Kecamatan Tanjung Tiram. Berdasarkan informasi yang diterima media, diperkirakan sekitar 16 ribu calon penerima manfaat, terdiri dari siswa, ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita, hingga kini masih menunggu realisasi program prioritas pemerintah pusat tersebut.
Untuk memastikan informasi tersebut, awak media menghubungi Ketua Satgas MBG Kabupaten Batu Bara melalui pesan WhatsApp pada Kamis (6/8/2026). Dalam konfirmasi tersebut, media menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait penyebab keterlambatan pelaksanaan, jumlah penerima manfaat, hingga target pelaksanaan program.
Baca Juga:
Menjawab pertanyaan media, Syafrizal membenarkan bahwa hingga saat ini Program Makan Bergizi Gratis memang belum terlaksana sepenuhnya di Kecamatan Tanjung Tiram.
Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan oleh masih adanya persyaratan administrasi dan kesiapan infrastruktur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum sepenuhnya terpenuhi. Selain itu, saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) juga sedang menerapkan moratorium sehingga proses pelaksanaan program belum dapat berjalan.
«"Benar. Penyebabnya karena masih ada administrasi dan infrastruktur SPPG yang belum lengkap. Ditambah lagi saat ini dari BGN Pusat sedang ada moratorium," jelas Syafrizal.»
Ia menjelaskan, berdasarkan data Satgas MBG, terdapat 14 sekolah di Kecamatan Tanjung Tiram yang telah masuk dalam sasaran pelaksanaan Program MBG dengan jumlah 9.969 siswa sebagai penerima manfaat.
Selain itu, program tersebut juga akan menyasar 5.301 penerima manfaat lainnya, yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan demikian, total sasaran Program MBG di Kecamatan Tanjung Tiram mencapai 15.270 penerima manfaat.
Syafrizal juga memaparkan bahwa sejumlah kendala teknis masih menjadi hambatan dalam percepatan pelaksanaan program. Di antaranya adalah proses pembangunan fasilitas SPPG yang masih berlangsung, serta belum rampungnya berbagai persyaratan administrasi.
Administrasi yang dimaksud meliputi penunjukan Kepala SPPG, tenaga ahli gizi, proses verifikasi dan validasi (verval), hingga penyelesaian Virtual Account yang menjadi salah satu syarat administrasi dari Badan Gizi Nasional.
«"Kendalanya adalah kesiapan SPPG dan proses verifikasi di BGN Pusat," ujarnya.»
Terkait target dimulainya pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Tanjung Tiram, Syafrizal mengatakan belum dapat memastikan jadwal pelaksanaannya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.