Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fondasi ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi kuat meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan cukup tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026).
Purbaya menilai penurunan IHSG lebih dipengaruhi sentimen pasar jangka pendek akibat meningkatnya ketidakpastian global, terutama konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.
"Fondasi ekonomi kita bagus. Ini lebih karena sentimen pasar jangka pendek. Yang penting pertumbuhan ekonomi tetap terjaga," ujar Purbaya di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Baca Juga:
Ia memastikan pemerintah terus mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas pasar keuangan nasional. Salah satunya melalui intervensi pasar obligasi oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar investor asing tetap percaya terhadap pasar keuangan Indonesia dan tidak melakukan aksi jual besar-besaran yang dapat menekan rupiah maupun pasar obligasi domestik.
"Kita masuk lebih signifikan ke pasar obligasi supaya terkendali dan investor tidak khawatir terhadap capital loss," katanya.
IHSG sendiri dibuka melemah 94,34 poin atau 1,40 persen ke level 6.628,98. Bahkan pada sesi pertama perdagangan, IHSG sempat turun hingga 4,77 persen ke posisi 6.402,56.
Tekanan di pasar saham dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap era suku bunga tinggi global serta meningkatnya tensi geopolitik internasional yang berdampak pada lonjakan harga energi dunia.
Meski demikian, pemerintah optimistis kondisi pasar akan kembali stabil seiring penguatan fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih solid di tengah tekanan global.*
(an/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.