BREAKING NEWS
Selasa, 04 Agustus 2026

Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Daging dalam 5 Tahun

Johan - Sabtu, 23 Mei 2026 22:00 WIB
Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Daging dalam 5 Tahun
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada kegiatan panen raya udang dan peninjauan sortir hasil panen di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun ke depan. Target tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut pemerintah telah mencatat sejumlah capaian penting di sektor pangan selama 19 bulan masa kerja pemerintahannya. Salah satu capaian yang disorot yakni keberhasilan Indonesia menuju swasembada beras dan jagung.

"Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai. Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras dan jagung," ujar Prabowo.

Baca Juga:

Meski demikian, Prabowo mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani nasional, terutama komoditas telur, ayam, dan daging.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah memperkuat sektor peternakan dan rantai pasok pangan guna mengejar target swasembada protein hewani dalam beberapa tahun mendatang.

"Protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sedang kita kerjakan, mungkin empat sampai lima tahun lagi kita swasembada daging," katanya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menegaskan kondisi pangan Indonesia saat ini relatif aman di tengah situasi global yang dipenuhi konflik geopolitik dan ancaman krisis pangan dunia.

Prabowo mengatakan pemerintah akan terus memperkuat ketahanan pangan nasional bersamaan dengan pembangunan sektor pertahanan untuk menjaga stabilitas dan kekayaan negara.

"Di dunia banyak pertikaian dan perang di mana-mana. Kita bersyukur masih tidak terlibat, tetapi tetap harus waspada. Kita harus punya kekuatan untuk menjaga kekayaan kita," tegasnya.

Pemerintah menilai sektor pangan menjadi salah satu prioritas utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat kemandirian Indonesia di tengah ketidakpastian global.*

(oz/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Penyeberangan Jakarta-Malahayati Segera Beroperasi, Biaya Logistik Aceh Dipangkas
Rektor Paramadina Tegaskan Pentingnya Kebebasan Akademik Usai Kritik The Economist ke Indonesia
Pro dan Kontra Penunjukan WNA Australia sebagai Dirut BUMN Ekspor SDA Indonesia
IHSG Terpuruk 8,35%, Kapitalisasi Pasar Hilang Rp1.190 Triliun dalam Sepekan
Pemerintah Yakin Ekonomi RI Lebih Kuat dari Krisis 2008, Ini Penjelasannya
Sumut Gelap Total! Pemadaman Listrik Massal hingga Aceh Bikin Warga Batu Bara Panik dan Aktivitas Lumpuh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru