Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Secara teknikal, indeks disebut masih berada di atas moving average 5 hari (MA5), dengan indikator momentum yang menunjukkan potensi penguatan lanjutan.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.220–6.280," tulis analis dalam risetnya, Rabu (3/6/2026).
Sementara itu, pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,11 persen ke level 6.195.
Penguatan ini ditopang oleh sejumlah saham perbankan besar serta emiten energi.
Dari sisi fundamental, pasar turut mencermati sejumlah data ekonomi domestik.
Inflasi Mei 2026 tercatat 3,08 persen, masih berada dalam target Bank Indonesia di kisaran 1,5–3,5 persen.
Namun, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi tekanan suku bunga apabila inflasi dan depresiasi rupiah berlanjut.
Indeks PMI manufaktur juga naik ke level 50 pada Mei 2026 dari 49,1 pada bulan sebelumnya, menandakan stabilisasi aktivitas industri.
Namun, tekanan eksternal masih terlihat dari penurunan pesanan ekspor akibat ketidakpastian global.
Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus yang menyempit menjadi US$0,09 miliar pada April 2026, dari US$3,32 miliar pada Maret.
Pelemahan ini terutama dipicu lonjakan impor migas dan nonmigas.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.