BREAKING NEWS
Sabtu, 06 Juni 2026

Rupiah Tembus Rp 18.100 di Pasar Global, Cetak Rekor Pelemahan Baru

Adelia Syafitri - Jumat, 05 Juni 2026 22:48 WIB
Rupiah Tembus Rp 18.100 di Pasar Global, Cetak Rekor Pelemahan Baru
Nilai tukar rupiah tercatat menembus level Rp 18.100 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global pada Jumat (5/6/2026) malam. (Foto: BAY ISMOYO/AFP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah tercatat menembus level Rp 18.100 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global pada Jumat (5/6/2026) malam. Kondisi ini menjadi rekor pelemahan baru mata uang Garuda sepanjang sejarah perdagangan.

Berdasarkan data pasar global, rupiah sempat menyentuh level tertinggi pelemahan di Rp 18.142 per dolar AS sebelum bergerak di kisaran Rp 18.100-an.

Mengutip data Google Finance, rupiah sempat berada di level sekitar Rp 18.127 per dolar AS pada pukul 21.20 WIB, setelah sebelumnya menyentuh Rp 18.140 pada pukul 20.30 WIB. Sementara itu, data Investing juga menunjukkan pergerakan rupiah di level serupa.

Baca Juga:

Namun, berdasarkan data Bloomberg yang mengacu pada pasar spot domestik yang telah ditutup pukul 16.00 WIB, rupiah tercatat di level Rp 18.036 atau menguat tipis 0,07 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Perbedaan data tersebut terjadi karena perbedaan waktu dan mekanisme pencatatan antara pasar global dan pasar spot domestik.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi tekanan eksternal yang cukup kuat. Faktor geopolitik global disebut menjadi salah satu pemicu utama penguatan dolar AS.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik Israel–Hizbullah serta dinamika antara Amerika Serikat dan Iran, membuat pasar global cenderung berhati-hati dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (Nonfarm Payrolls) yang diperkirakan dapat mempengaruhi arah kebijakan moneter The Federal Reserve.

Dari dalam negeri, revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh OECD turut menjadi perhatian pasar. Proyeksi pertumbuhan Indonesia untuk 2026 diturunkan menjadi 4,7 persen dari sebelumnya 4,8 persen.

Meski demikian, ekonomi Indonesia dinilai masih relatif lebih stabil dibanding sejumlah negara berkembang lainnya di tengah tekanan global.

Untuk perdagangan berikutnya, rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp 18.030 hingga Rp 18.100.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah dan IHSG Melemah, Ekonom Ingatkan Risiko Pasar Modal Terancam
Rupiah Melemah, ESDM Genjot Produksi Minyak Dalam Negeri untuk Kurangi Impor
Sandiaga Uno Beberkan Strategi Perkuat Rupiah, Bisa Kembali ke Rp15.000 per Dolar AS!
Rupiah Kembali Tergelincir, Tembus Rp18.051 per Dolar AS!
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Istana: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Sebut Masih dalam Kendali BI: Anda Lihat Saya Panik? Tidak!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru