BREAKING NEWS
Jumat, 12 Juni 2026

Selat Hormuz ditutup, Indonesia perkuat pasokan minyak dari Afrika di tengah konflik AS-Iran

Johan - Jumat, 12 Juni 2026 10:50 WIB
Selat Hormuz ditutup, Indonesia perkuat pasokan minyak dari Afrika di tengah konflik AS-Iran
Wamenlu Arif Havas Oegroseno didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir dalam keterangannya kepada awak media usai prosesi penyerahan surat kepercayaan di Istana Merdeka, Jakarta, pa
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas setelah Selat Hormuz dilaporkan ditutup.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno mengatakan pemerintah tetap menjalin komunikasi dengan pihak Iran untuk mengikuti perkembangan situasi di kawasan tersebut.

Menurut Havas, Indonesia sejauh ini belum terlalu khawatir terhadap dampak penutupan Selat Hormuz terhadap pasokan energi nasional. Pemerintah telah menyiapkan strategi diversifikasi sumber minyak dari sejumlah negara lain yang tidak bergantung pada jalur pelayaran tersebut.

Baca Juga:

"Sejauh ini kondisi masih baik. Indonesia juga terus memperluas kerja sama energi dengan berbagai negara," kata Havas, dikutipJumat, 12 Juni 2026.

Selain menjajaki peluang di kawasan Amerika Latin, pemerintah juga memperkuat kerja sama energi dengan sejumlah negara di Afrika seperti Aljazair, Nigeria, dan Angola. Pasokan dari kawasan tersebut dinilai lebih aman karena tidak harus melewati Selat Hormuz.

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan komunikasi dengan otoritas Iran terkait perkembangan keamanan di kawasan, termasuk situasi pelayaran yang terdampak ketegangan geopolitik.

Sebelumnya, ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah terjadi serangkaian aksi militer yang berdampak pada keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling strategis di dunia.

Pemerintah Indonesia juga menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Meski situasi global masih dinamis, pemerintah memastikan kebutuhan energi nasional tetap menjadi prioritas melalui penguatan sumber pasokan alternatif dari berbagai kawasan dunia.*

(dw/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hasto Usul Prabowo Gelar ‘KAA Plus’ untuk Dorong Perdamaian Timur Tengah: Seperti Bung Karno
Dua Kurir 4 Kg Sabu Ditangkap di Bandara SIM, Polresta Banda Aceh Ungkap 38 Kasus Narkoba
Usai Soroti Isu Ketenagakerjaan, Ketum PB IMBI-SU Mengaku Diblacklist dan Diusir dari The Break Pool and Cafe Binjai
Purbaya Yakin Tekanan Rupiah Mereda dalam 3 Bulan, Stabilitas Global Jadi Kunci
Prabowo: Pancasila Jadi Pegangan Bangsa di Tengah Dunia yang Terpecah
AS-Iran Perang Lagi, DPR Wanti-wanti Pasokan Energi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru