BREAKING NEWS
Selasa, 16 Juni 2026

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah Ekonomi Global

Dharma - Selasa, 16 Juni 2026 16:47 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah Ekonomi Global
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 16 Juni 2026. (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 16 Juni 2026. Pelemahan terjadi di tengah dinamika pasar global yang dipengaruhi perkembangan geopolitik, kebijakan bank sentral dunia, serta kekhawatiran terhadap potensi hambatan perdagangan internasional.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.725 per dolar AS atau melemah 16 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.709 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah sepanjang hari berlangsung fluktuatif. Pada awal perdagangan, mata uang Indonesia sempat menguat sebelum akhirnya berbalik melemah menjelang penutupan pasar.

Baca Juga:

Menurut Ibrahim, salah satu sentimen yang memengaruhi pasar adalah kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Perkembangan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga energi dan tekanan inflasi global.

"Kesepakatan awal tersebut mendorong sentimen positif di pasar karena dapat menekan harga minyak dunia dan mengurangi risiko inflasi," ujarnya.

Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu kepastian terkait implementasi kesepakatan tersebut. Investor juga mencermati proses negosiasi lanjutan yang akan menentukan keberlanjutan gencatan senjata permanen antara kedua negara.

Selain faktor geopolitik, perhatian investor saat ini tertuju pada keputusan sejumlah bank sentral utama dunia. Bank Sentral Jepang (BOJ) baru saja menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1 persen, level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.

Sementara itu, pasar juga menantikan keputusan kebijakan moneter dari Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) dan Bank of England yang dijadwalkan diumumkan dalam pekan ini.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap potensi tarif tambahan Amerika Serikat terhadap produk ekspor Indonesia kembali menjadi perhatian pasar. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global.

Rencana penerapan tarif tambahan oleh pemerintah Amerika Serikat diperkirakan dapat berdampak terhadap sektor industri, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Meski menghadapi sejumlah tantangan eksternal, pemerintah terus berupaya menjaga kinerja ekspor nasional, terutama untuk produk unggulan yang selama ini memiliki pasar besar di Amerika Serikat.

Berdasarkan proyeksi analis, pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral dunia. Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpeluang kembali menguat apabila sentimen pasar membaik.*

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Melonjak ke Level Rp17.600-an, Kabar Damai AS-Iran Picu Optimisme Pasar
Rupiah Menguat ke Rp17.774 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Danantara: Penguatan IHSG Tunjukkan Kepercayaan Investor terhadap Ekonomi Indonesia
Bukan Rupiah! Ini Deretan Mata Uang yang Pernah Beredar di Sumatera Utara
Rupiah Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS, Ini Faktor Pendorongnya
Menkes Pastikan Harga Obat BPJS Kesehatan Tidak Naik Meski Rupiah Melemah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru