Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Saat ini, tabung CNG berukuran 12 kilogram dan 50 kilogram telah digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), hotel, restoran, hingga sektor usaha lainnya.
Karena itu, pemerintah menilai penggunaan CNG untuk rumah tangga dapat dilakukan dengan lebih mudah karena teknologi dan infrastrukturnya telah tersedia.
Bahlil mengatakan, salah satu alasan pemerintah mendorong penggunaan CNG adalah karena Indonesia memiliki cadangan gas alam yang sangat besar.
Ia mencontohkan penemuan cadangan gas baru oleh perusahaan energi asal Italia, ENI, di Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF), ditambah sekitar 2 TCF lainnya.
Lapangan gas tersebut diproyeksikan mulai berproduksi pada tahun 2028 hingga 2029 dengan kapasitas sekitar 3.000 million standard cubic feet per day (MMSCFD).
Menurutnya, angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan gas untuk menggantikan konsumsi LPG nasional yang diperkirakan berada di bawah 800 MMSCFD.
"Maka kita dorong sekarang CNG. CNG itu gasnya pakai C1, C2 dan itu melimpah di Indonesia," ujarnya.
Pemerintah berharap pemanfaatan CNG untuk rumah tangga dapat memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi impor LPG, sekaligus memaksimalkan pemanfaatan sumber daya gas bumi yang tersedia di dalam negeri.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.