Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
SLEMAN – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengungkap secara terbuka pihak yang diduga mendanai aksi demonstrasi apabila memang telah mengetahui identitasnya.
Pernyataan itu disampaikan Mahfud menanggapi pidato Presiden Prabowo yang mengaku mengetahui pihak-pihak yang membayar massa untuk turun ke jalan dalam sejumlah aksi demonstrasi.
"Mestinya ya Pak Prabowo ungkapkan aja siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar," kata Mahfud saat ditemui di UC UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga:
Menurut Mahfud, apabila ada tuduhan bahwa demonstrasi digerakkan oleh pihak tertentu melalui pendanaan, maka informasi tersebut sebaiknya dibuka secara terang kepada publik.
"Harusnya diomongin aja terang-terangan lah. Ini, BEM ini dibayar ini, ini yang bayar kan gitu," kata Mahfud.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menilai, setiap tuduhan yang dilontarkan kepada kelompok masyarakat atau mahasiswa harus disertai bukti yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.
"Kayak mahasiswa kan jelas, ini salahnya di sini lho pemerintah disebut, pemerintahnya disebut, kebijakannya. Kalau hanya bilang mahasiswa dibayar, terus siapa yang mau diperbaiki di tengah kita? Kalau mahasiswa jelas kan kalau kritik pemerintah nyebut kasusnya, MBG, korupsinya sekian, ini sekian, ini ini, kan disebut, ini pelakunya, kan gitu, ini institusinya," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mahfud juga menyoroti pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) yang menerima uang Rp20 juta menjelang aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
Menurut Mahfud, praktik semacam itu bukan hal baru dalam sejarah pergerakan mahasiswa.
Namun ia menyayangkan apabila mahasiswa terlibat dalam gerakan yang didorong oleh kepentingan tertentu melalui pemberian uang.
"Ya sangat menyedihkan ya kalau sampai mahasiswa mau dibayar untuk itu. Meskipun di setiap waktu itu selalu ada kelompok-kelompok kecil mahasiswa yang keluar dari arus utama perjuangan tuh sejak dulu ada," katanya.
Mahfud kemudian mengenang pengalaman saat masih menjadi mahasiswa.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.