Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia mengaku pernah mengetahui adanya sejumlah mahasiswa yang merangkap sebagai aktivis sekaligus informan.
"Dulu banyak intel-intel tuh mahasiswa, merangkap intel, merangkap jadi aktivis. Dan baru cair lagi hubungan kami sesudah Orde Baru runtuh, lalu kita, oh kamu dulu intel, iya dulu saya intel dibayar dan sebagainya. Sekarang orang yang dibayar tuh ada buzzer kan? Kemudian ada aktivis mahasiswa seperti yang terjadi di Jakarta di UBK itu. Tapi itu arus kecil, arus kecil dan mudah ketahuan juga kan," kenangnya.
Meski demikian, Mahfud menegaskan kelompok-kelompok tersebut tidak mewakili mayoritas gerakan mahasiswa di Indonesia.
Ia mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga independensi serta tidak mudah dipecah oleh kepentingan politik tertentu.
"Sebaiknya mahasiswa tuh jangan mau di pecah-pecah, ada BEM tandingan, ada BEM ini BEM itu gitu. Pokoknya perjuangan aja secara objektif bahwa sekarang perlu perbaikan-perbaikan, kan gitu," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026), mengaku mengetahui pihak yang mendanai aksi demonstrasi.
"Hati-hati loh saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu," kata Prabowo.
Meski tidak menyebut identitas pihak yang dimaksud, Prabowo mengaku pernah menemukan demonstran yang turun ke jalan karena menerima bayaran.
"Ditanya anak-anak demo enggak ngerti 'mau demo apa ya?' 'hm hm hm'. Kami dibayar Rp200 ribu, tapi ada," kata Prabowo.* (cn/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.