BREAKING NEWS
Kamis, 25 Juni 2026

Mahfud MD Tantang Prabowo Ungkap Pihak Pendana Demo: Sebutkan Siapa yang Dibayar dan Membayar!

Dharma - Kamis, 25 Juni 2026 18:29 WIB
Mahfud MD Tantang Prabowo Ungkap Pihak Pendana Demo: Sebutkan Siapa yang Dibayar dan Membayar!
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (foto: Mahfud MD Official/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SLEMAN – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengungkap secara terbuka pihak yang diduga mendanai aksi demonstrasi apabila memang telah mengetahui identitasnya.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud menanggapi pidato Presiden Prabowo yang mengaku mengetahui pihak-pihak yang membayar massa untuk turun ke jalan dalam sejumlah aksi demonstrasi.

"Mestinya ya Pak Prabowo ungkapkan aja siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar," kata Mahfud saat ditemui di UC UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga:

Menurut Mahfud, apabila ada tuduhan bahwa demonstrasi digerakkan oleh pihak tertentu melalui pendanaan, maka informasi tersebut sebaiknya dibuka secara terang kepada publik.

"Harusnya diomongin aja terang-terangan lah. Ini, BEM ini dibayar ini, ini yang bayar kan gitu," kata Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menilai, setiap tuduhan yang dilontarkan kepada kelompok masyarakat atau mahasiswa harus disertai bukti yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.

"Kayak mahasiswa kan jelas, ini salahnya di sini lho pemerintah disebut, pemerintahnya disebut, kebijakannya. Kalau hanya bilang mahasiswa dibayar, terus siapa yang mau diperbaiki di tengah kita? Kalau mahasiswa jelas kan kalau kritik pemerintah nyebut kasusnya, MBG, korupsinya sekian, ini sekian, ini ini, kan disebut, ini pelakunya, kan gitu, ini institusinya," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud juga menyoroti pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) yang menerima uang Rp20 juta menjelang aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Menurut Mahfud, praktik semacam itu bukan hal baru dalam sejarah pergerakan mahasiswa.

Namun ia menyayangkan apabila mahasiswa terlibat dalam gerakan yang didorong oleh kepentingan tertentu melalui pemberian uang.

"Ya sangat menyedihkan ya kalau sampai mahasiswa mau dibayar untuk itu. Meskipun di setiap waktu itu selalu ada kelompok-kelompok kecil mahasiswa yang keluar dari arus utama perjuangan tuh sejak dulu ada," katanya.

Mahfud kemudian mengenang pengalaman saat masih menjadi mahasiswa.

Ia mengaku pernah mengetahui adanya sejumlah mahasiswa yang merangkap sebagai aktivis sekaligus informan.

"Dulu banyak intel-intel tuh mahasiswa, merangkap intel, merangkap jadi aktivis. Dan baru cair lagi hubungan kami sesudah Orde Baru runtuh, lalu kita, oh kamu dulu intel, iya dulu saya intel dibayar dan sebagainya. Sekarang orang yang dibayar tuh ada buzzer kan? Kemudian ada aktivis mahasiswa seperti yang terjadi di Jakarta di UBK itu. Tapi itu arus kecil, arus kecil dan mudah ketahuan juga kan," kenangnya.

Meski demikian, Mahfud menegaskan kelompok-kelompok tersebut tidak mewakili mayoritas gerakan mahasiswa di Indonesia.

Ia mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga independensi serta tidak mudah dipecah oleh kepentingan politik tertentu.

"Sebaiknya mahasiswa tuh jangan mau di pecah-pecah, ada BEM tandingan, ada BEM ini BEM itu gitu. Pokoknya perjuangan aja secara objektif bahwa sekarang perlu perbaikan-perbaikan, kan gitu," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026), mengaku mengetahui pihak yang mendanai aksi demonstrasi.

"Hati-hati loh saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu," kata Prabowo.

Meski tidak menyebut identitas pihak yang dimaksud, Prabowo mengaku pernah menemukan demonstran yang turun ke jalan karena menerima bayaran.

"Ditanya anak-anak demo enggak ngerti 'mau demo apa ya?' 'hm hm hm'. Kami dibayar Rp200 ribu, tapi ada," kata Prabowo.* (cn/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Peserta Demo Diamankan Polisi, Aksi Tolak MBG dan KDMP di Blitar Memanas
PT Dhirga Surya Naik Status Jadi Perseroda, Bobby Nasution Bidik PAD dan Investasi Sumut Meningkat
Penyidikan Korupsi MBG Berlanjut, Dadan Hindayana Cs Ditahan 40 Hari Lagi
Ketua BEM FH UBK Ungkap Dugaan Keterlibatan Elite di Balik Dana Rp20 Juta Jelang Aksi Mahasiswa
Digitalisasi Pasar Dimulai, Rico Waas Luncurkan Sistem Pembayaran Nontunai di Pasar Petisah
Bupati Baharuddin Apresiasi Kafilah Batu Bara, Raih Sederet Prestasi di MTQ ke-40 Sumut 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru