BREAKING NEWS
Sabtu, 27 Juni 2026

Menkeu Purbaya Pastikan Defisit APBN Tetap Aman, Harga Minyak Dunia Jadi Penopang Fiskal

Johan - Sabtu, 27 Juni 2026 08:18 WIB
Menkeu Purbaya Pastikan Defisit APBN Tetap Aman, Harga Minyak Dunia Jadi Penopang Fiskal
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) berencana membuka kantor cabang di Indonesia. (Foto: AFP/YASUYOSHI CHIBA).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA– Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir 2026 tetap berada dalam kondisi yang aman. Pemerintah optimistis defisit fiskal tidak akan melampaui batas maksimal 3 persen sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Purbaya mengatakan, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja negara. Menurutnya, pengelolaan APBN dilakukan secara terukur sehingga kondisi fiskal nasional tetap terkendali.

"Kondisi fiskal aman. Defisit tidak akan melebihi 3 persen, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar," ujar Purbaya saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga:

Optimisme tersebut juga didukung oleh tren penurunan harga minyak mentah dunia yang dinilai dapat mengurangi beban belanja energi pemerintah. Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah Brent turun 19 sen atau sekitar 0,25 persen menjadi USD75,07 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga melemah 13 sen atau sekitar 0,18 persen ke level USD71,79 per barel. Penurunan harga energi global tersebut dinilai memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal.

"Termasuk harga minyak dunia yang turun. Saya pikir akan turun terus. Jadi aman, kita selamat," kata Purbaya.

Di sisi lain, Menkeu turut menanggapi kekhawatiran publik terhadap pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Namun, ia enggan memberikan komentar lebih jauh karena kebijakan stabilisasi nilai tukar menjadi kewenangan Bank Indonesia.

Meski demikian, Purbaya memastikan pelemahan rupiah tidak serta-merta membuat anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) membengkak. Ia menegaskan, penyusunan APBN sejak awal telah menggunakan asumsi makro yang memperhitungkan kemungkinan pergerakan nilai tukar di atas level Rp16.500 per dolar AS.

"Kita sudah menghitung dengan hati-hati. Jadi tidak membengkak dan masih aman," pungkasnya.* (in/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polres Asahan Gelar Lomba Menembak Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Sinergi Bersama Forkopimda
Era Baru BBM! Prabowo Luncurkan B50 Mulai 1 Juli, Berlaku di Seluruh Indonesia
Drama Grup F! Jepang dan Swedia Sama Kuat, Keduanya Lolos ke 32 Besar
Belanda Kunci Status Juara Grup F Usai Hajar Tunisia 3-1
Brace Nicolas Pepe Antar Pantai Gading Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Drama Grup E! Ekuador Bangkit dan Taklukkan Jerman 2-1 di Piala Dunia 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru