Rumah Adat Monumen Sisingamangaraja XII Medan Terbakar, Polisi Sebut Dipicu Permainan Api Bocah
MEDAN Polisi mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah adat di kawasan Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII, Jalan Sis
PERISTIWA
JAKARTA– Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir 2026 tetap berada dalam kondisi yang aman. Pemerintah optimistis defisit fiskal tidak akan melampaui batas maksimal 3 persen sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.
Purbaya mengatakan, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja negara. Menurutnya, pengelolaan APBN dilakukan secara terukur sehingga kondisi fiskal nasional tetap terkendali.
"Kondisi fiskal aman. Defisit tidak akan melebihi 3 persen, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar," ujar Purbaya saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (26/6/2026).Baca Juga:
Optimisme tersebut juga didukung oleh tren penurunan harga minyak mentah dunia yang dinilai dapat mengurangi beban belanja energi pemerintah. Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah Brent turun 19 sen atau sekitar 0,25 persen menjadi USD75,07 per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga melemah 13 sen atau sekitar 0,18 persen ke level USD71,79 per barel. Penurunan harga energi global tersebut dinilai memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal.
"Termasuk harga minyak dunia yang turun. Saya pikir akan turun terus. Jadi aman, kita selamat," kata Purbaya.
Di sisi lain, Menkeu turut menanggapi kekhawatiran publik terhadap pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Namun, ia enggan memberikan komentar lebih jauh karena kebijakan stabilisasi nilai tukar menjadi kewenangan Bank Indonesia.
Meski demikian, Purbaya memastikan pelemahan rupiah tidak serta-merta membuat anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) membengkak. Ia menegaskan, penyusunan APBN sejak awal telah menggunakan asumsi makro yang memperhitungkan kemungkinan pergerakan nilai tukar di atas level Rp16.500 per dolar AS.
"Kita sudah menghitung dengan hati-hati. Jadi tidak membengkak dan masih aman," pungkasnya.* (in/dh)
MEDAN Polisi mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah adat di kawasan Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII, Jalan Sis
PERISTIWA
JAKARTA Kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, membantah kliennya merupakan pelaku utama atau aktor int
HUKUM DAN KRIMINAL
CARACAS Korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Jumat (26/6/2026), jumlah korban mening
INTERNASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Keluarga Novia Rahmadhani Sihotang (25), peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi De
PERISTIWA
BANTEN Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garda Tipikor Indonesia (GTI) menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Prov
PENDIDIKAN
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan selama sepekan pada periode 2226 Juni 2026 dengan pelemahan signifik
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah kembali menyiapkan langkah efisiensi terhadap anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Keuangan (Menkeu) P
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir 2026
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan izin tinggal warga nega
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya keterlibatan profesor, ilmuwan, dan kalangan akademisi dalam penyelenggaraan pem
NASIONAL