BREAKING NEWS
Senin, 29 Juni 2026

IHSG Dibuka di Zona Merah, Saham BBCA hingga BBRI Jadi Beban Indeks Pagi Ini

Dharma - Senin, 29 Juni 2026 09:54 WIB
IHSG Dibuka di Zona Merah, Saham BBCA hingga BBRI Jadi Beban Indeks Pagi Ini
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada Senin, 29 Juni 2026, dengan pergerakan di zona merah.

Pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, seperti BBCA, BREN, dan BBRI menjadi salah satu faktor yang menekan laju indeks pada awal perdagangan.

Berdasarkan data IDX Mobile hingga pukul 09.02 WIB, IHSG turun 11,17 poin atau 0,19 persen ke posisi 5.884,96.

Baca Juga:

Pada awal sesi perdagangan, aktivitas transaksi tercatat mencapai 602,2 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp452 miliar.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 219 saham menguat, 240 saham melemah, sementara 500 saham masih bergerak stagnan atau belum mengalami perubahan harga.

Sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar terbesar ikut mengalami tekanan.

Saham BBCA turun 1,62 persen menjadi Rp6.075 per saham.

Kemudian BREN melemah 1,19 persen ke Rp3.310, disusul BBRI yang turun 0,70 persen ke Rp2.850.

Selain itu, saham BMRI terkoreksi 0,25 persen ke Rp3.980, sedangkan ASII turun 0,63 persen menjadi Rp4.730 per saham.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, menilai pergerakan IHSG pada pekan ini masih berada dalam tren penurunan jangka menengah meski sebelumnya sempat mengalami rebound dari level terendah 5.318 hingga 6.377.

Menurut Brigita, secara teknikal IHSG belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat karena belum mampu menembus area swing high sebelumnya.

Selain itu, posisi indeks masih berada di bawah garis rata-rata pergerakan MA5, MA10, dan MA20.

Ia juga melihat indikator teknikal seperti MACD dan Stochastic RSI mulai menunjukkan pelemahan momentum kenaikan.

"Selama support tersebut mampu dipertahankan, pergerakan indeks diperkirakan masih akan berkonsolidasi dalam kisaran 5.500–6.400," kata Brigita, Senin (29/6/2026).

Ia menambahkan, tren bullish baru akan terkonfirmasi apabila IHSG mampu ditutup di atas level 6.452 pada perdagangan mingguan.

Selama belum mencapai level tersebut, setiap kenaikan masih dinilai sebagai relief rally atau penguatan sementara.

Dari sisi fundamental, Brigita menilai pelaku pasar masih memilih bersikap wait and see di tengah berbagai sentimen yang memengaruhi pasar.

Investor saat ini menunggu sejumlah data ekonomi penting pada akhir semester pertama 2026, seperti angka inflasi, neraca perdagangan, indeks kepercayaan konsumen, hingga keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia yang dijadwalkan pada pertengahan Juli mendatang.

Di sisi lain, pemerintah mulai menggulirkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun melalui delapan program insentif untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester kedua tahun ini.

Pemerintah juga melakukan langkah konsolidasi fiskal melalui efisiensi anggaran, termasuk rencana penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penghematan subsidi energi, serta sejumlah reformasi kebijakan yang diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap kondisi fiskal nasional.

Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati efektivitas implementasi berbagai kebijakan tersebut, termasuk menunggu penilaian lanjutan dari lembaga pemeringkat kredit internasional.

Arus modal asing diperkirakan tetap menjadi salah satu faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

Disclaimer: Informasi ini disampaikan sebagai bahan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli ataupun menjual saham.

Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Anjlok Lagi, 1 Gram Kini Dibanderol Rp2,64 Juta
Lahan Pertanian Desa Sibulanbulan Masih Tertimbun Pasir, Program Rehabilitasi Hanya Habiskan Anggaran
iPhone 18 Dikabarkan Bawa RAM 9GB dan Chip A20 2nm, Ini Bocoran Spesifikasinya
Jokowi dan Nafsu Kuasa yang Belum Padam
Analisis Prof. Didik: Safari Politik Jokowi Dinilai Berpotensi Ganggu Stabilitas Ekonomi
Bupati Simalungun Alokasikan Rp39 Miliar untuk Pembangunan Jalan Ujung Padang, Warga Sebut Proyek Terbesar Sepanjang Sejarah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru