Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menilai koreksi pasar terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang relatif rendah.
Kondisi tersebut mencerminkan sikap investor yang masih memilih menunggu perkembangan sejumlah sentimen ekonomi, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Pasar hari ini akan mencermati rilis PMI Manufaktur, inflasi, dan neraca perdagangan Indonesia sebagai indikator kesehatan ekonomi domestik. Di sisi lain, rencana IPO sejumlah emiten pada awal Juli juga berpotensi menyerap likuiditas pasar dalam jangka pendek," tulis analis, Selasa (30/6/2026).
Selain menunggu data ekonomi Indonesia, pelaku pasar juga memperhatikan perkembangan ekonomi Amerika Serikat, termasuk rilis data ketenagakerjaan dan pidato Gubernur Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh.
Ketidakpastian geopolitik global juga masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan.
Secara teknikal, analis memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah.
"Peluang rebound masih terbatas selama IHSG belum mampu kembali menembus area resistance tersebut," tandasnya.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 5.730 dan resistance 6.000 dalam perdagangan hari ini.
Disclaimer: Informasi ini disampaikan sebagai bahan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham.
Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan pertimbangannya.* (bi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.