BREAKING NEWS
Rabu, 01 Juli 2026

IHSG Naik 0,61 Persen ke Level 5.677 di Awal Juli, Ini Saham Penggerak Utamanya

Dharma - Rabu, 01 Juli 2026 09:49 WIB
IHSG Naik 0,61 Persen ke Level 5.677 di Awal Juli, Ini Saham Penggerak Utamanya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan perdana semester II 2026 dengan bergerak di zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan Rabu (1/7/2026), indeks menguat 0,61 persen atau 34,56 poin ke level 5.677,75.

Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.01 WIB, penguatan IHSG didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, seperti BBCA, BBRI, BREN, MORA, TLKM, AMMN, ASII, DSSA, TPIA, hingga BRPT.

Baca Juga:

Pada awal perdagangan, volume transaksi mencapai 459,5 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp478,4 miliar.

Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp9.962 triliun.

Sejumlah saham unggulan yang menjadi penopang penguatan IHSG antara lain:

BBCA naik 2,25 persen menjadi Rp5.675
BREN menguat 1,94 persen ke Rp3.150
BBRI naik 0,37 persen menjadi Rp2.740
MORA menguat 2,90 persen ke Rp7.100
TLKM naik 0,85 persen menjadi Rp2.370
AMMN menguat 2,58 persen ke Rp3.180
ASII naik 0,66 persen menjadi Rp4.550
DSSA menguat 3,77 persen ke Rp825
TPIA naik 1,52 persen menjadi Rp1.680
BRPT menguat 2,72 persen ke Rp1.320

Secara keseluruhan, sebanyak 259 saham bergerak menguat pada pembukaan perdagangan.

Sebanyak 154 saham mengalami penurunan, sedangkan 546 saham masih bergerak stagnan.

Meski memulai semester kedua dengan penguatan, IHSG sebelumnya menutup semester I 2026 dengan performa yang kurang menggembirakan.

Indeks terkoreksi 34,74 persen atau sekitar 3.003 poin, sehingga ditutup di level 5.643,19.

Koreksi tersebut juga diikuti aksi jual bersih (net sell) investor asing sepanjang tahun berjalan yang mencapai sekitar Rp73,61 triliun.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai kondisi teknikal IHSG masih berada dalam tren pelemahan meskipun perdagangan hari ini dibuka menguat.

"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dan diperkirakan cenderung kembali tertekan dengan support 5.560 dan resistance 5.735. Selama belum mampu kembali ke atas area resistance, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi," tulis analis, Rabu (1/7/2026).

Selain pergerakan teknikal, pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang diperkirakan memengaruhi arah perdagangan hari ini.

Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, data inflasi, serta neraca perdagangan.

Di sisi eksternal, perhatian investor juga tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, yang dinilai dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

"Dari eksternal, perhatian juga tertuju pada data ketenagakerjaan AS, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed," ujar analis.

Disclaimer: Informasi ini bersifat pemberitaan dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham.

Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kabar Baik! Mulai 1 Juli 2026, Pertamina Turunkan Harga Avtur dan BBM Nonsubsidi
Rakernas APEKSI XVIII Diproyeksikan Putar Ekonomi Medan hingga Rp72,3 Miliar, Rico Waas: UMKM hingga Perhotelan Ikut Terdongkrak
Gala Dinner Rakernas APEKSI XVIII di Medan Tampilkan Pesona Melayu, Rico Waas Ajak Kota-Kota Bersinergi Bangun Indonesia
250 Mahasiswa Unpad Diajak Bangun Bisnis Lewat Koperasi, Menkop: Saatnya Anak Muda Jadi Penggerak Ekonomi
Bupati Simalungun Gerak Cepat Evakuasi Pasien 19 Tahun ke RSUD Perdagangan
Viral IHSG Dikaitkan dengan Pidato Prabowo, OJK Pilih 'No Comment'
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru