Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Hal tersebut terlihat dari kontribusi Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) yang masih berada di kisaran 22 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Laporan itu menyebut keberhasilan investasi seharusnya tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kapasitas produksi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, produktivitas tenaga kerja Indonesia juga masih menjadi tantangan.
Data INDEF menunjukkan produktivitas tenaga kerja memang meningkat dari sekitar Rp79,68 juta per pekerja pada 2016 menjadi Rp92,67 juta per pekerja pada 2025 atau naik sekitar 16,3 persen.
Meski mengalami peningkatan, posisi Indonesia masih berada di peringkat kelima di ASEAN, di bawah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Secara global, Indonesia juga masih berada di peringkat ke-111.
INDEF menilai produktivitas tenaga kerja sangat menentukan efektivitas investasi.
Semakin tinggi produktivitas, semakin besar nilai tambah yang dihasilkan dari setiap investasi yang masuk.
Sebaliknya, produktivitas yang rendah membuat tambahan modal belum mampu menghasilkan peningkatan produksi secara optimal.
Hal itu juga tercermin dari masih tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang menunjukkan investasi membutuhkan modal relatif besar untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi.
Menurut INDEF, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa kualitas investasi harus menjadi perhatian utama pemerintah.
Lembaga itu juga mencatat adanya perubahan struktur investasi nasional.
Kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) kini terus meningkat dibandingkan Penanaman Modal Asing (PMA).
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.