BREAKING NEWS
Sabtu, 18 Juli 2026

Airlangga Ajak Tiongkok Garap Proyek PLTS 100 GW di Indonesia

Adelia Syafitri - Sabtu, 18 Juli 2026 15:28 WIB
Airlangga Ajak Tiongkok Garap Proyek PLTS 100 GW di Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao di Shanghai. (Foto: Dok. ekon.go.id)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak perusahaan-perusahaan asal Tiongkok untuk berinvestasi dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) di Indonesia sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Airlangga saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao di Shanghai. Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, energi bersih, hingga pengembangan industri antara Indonesia dan Tiongkok.

Menurut Airlangga, proyek PLTS 100 GW merupakan bagian dari agenda pemerintah dalam mendukung target transisi energi sekaligus memperkuat hilirisasi industri nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:

Pemerintah juga mengapresiasi kontribusi investasi Tiongkok dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata yang dinilai menjadi contoh keberhasilan kerja sama kedua negara di sektor energi terbarukan.

"Proyek tersebut menunjukkan besarnya potensi kerja sama Indonesia dan Tiongkok dalam mendukung transisi energi, pengembangan energi bersih, serta pencapaian target penurunan emisi," ujar Airlangga dalam keterangannya,dikutipSabtu, 18 Juli 2026.

Ia menilai industri panel surya di Indonesia masih memiliki peluang besar untuk berkembang melalui pembangunan rantai pasok yang lebih terintegrasi, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Selain membahas sektor energi, Airlangga juga mendorong percepatan realisasi investasi melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP). Hingga saat ini, sebanyak 30 nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi mencapai sekitar Rp37,1 triliun.

Airlangga berharap seluruh kesepakatan tersebut segera diwujudkan menjadi proyek investasi nyata. Pemerintah juga mendorong pembentukan usaha patungan (joint venture) antara perusahaan Indonesia dan Tiongkok guna mempercepat implementasi kerja sama.

Di sektor perdagangan, Indonesia terus mendorong hubungan dagang yang lebih seimbang melalui peningkatan akses pasar, penguatan hilirisasi industri, serta peningkatan ekspor produk bernilai tambah.

Menurut Airlangga, Danantara Indonesia berpotensi menjadi mitra strategis dalam menarik investasi berkualitas, memperkuat rantai pasok industri nasional, meningkatkan transfer teknologi, hingga membuka lebih banyak lapangan kerja.

Pemerintah juga berharap Tiongkok mendukung pembentukan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia serta memperkuat agenda kerja sama ekonomi regional menjelang penyelenggaraan APEC 2026.* (mt/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Indonesia Jadi Negara Pendiri WAICO, Airlangga Sebut AI Bisa Dorong Ekonomi Digital hingga US$366 Miliar pada 2030
IHSG Melonjak 4,24 Persen Pekan Ini, Apakah Pasar Saham Mulai Kembali Bergairah?
Update Harga Pangan Sabtu 18 Juli 2026: Cabai Turun tapi Ayam dan Telur Melonjak
Pemko dan Kemenag Tanjungbalai Gelar Gerakan Indonesia Berkiblat 2026, Manfaatkan Fenomena Rashdul Kiblat
Prabowo Optimistis Ekonomi RI Lampaui Jepang, Inggris, hingga Prancis pada 2050
APDESU INDONESIA Kecewa Dengan Komisi IV DPRD Batu Bara Soal Sampah!!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru