Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin (20/7/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp17.977 per dolar AS atau turun 56 poin dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.921 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, pelemahan rupiah mencapai sekitar 0,31 persen. Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan pergerakan rupiah relatif datar di kisaran Rp17.939 per dolar AS pada waktu yang sama.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal. Salah satunya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong investor cenderung memilih aset-aset aman (safe haven), termasuk dolar AS.
Baca Juga:
Di sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) dilaporkan masih bergerak di kisaran level 100,80. Meski belum menunjukkan penguatan signifikan, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter ketat (hawkish) dari Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) masih menjadi faktor yang menopang pergerakan mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Sentimen geopolitik juga kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah Amerika Serikat melanjutkan operasi militernya terhadap Iran. Kondisi tersebut memicu meningkatnya premi risiko di pasar global sehingga mendorong investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana.
Tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta dinamika konflik geopolitik yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan dalam beberapa waktu ke depan.
Meski demikian, pelaku pasar masih menantikan sejumlah data ekonomi penting pekan ini yang diyakini akan memberikan arah baru terhadap pergerakan nilai tukar rupiah maupun dolar AS.* (mt/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.