BREAKING NEWS
Rabu, 29 Juli 2026

Rupiah Kembali Melemah, Tembus Rp18.068 per Dolar AS di Awal Perdagangan

Administrator - Selasa, 28 Juli 2026 09:29 WIB
Rupiah Kembali Melemah, Tembus Rp18.068 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026.

Mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah kondisi pasar global yang masih mencermati berbagai sentimen ekonomi dan domestik.

Mengutip data perdagangan pasar, rupiah pada awal pembukaan melemah 0,27 persen ke posisi Rp18.054 per dolar AS.

Baca Juga:

Pelemahan berlanjut beberapa saat setelah pasar dibuka.

Pada pukul 09.01 WIB, rupiah kembali tertekan hingga melemah 0,35 persen ke level Rp18.068 per dolar AS.

Meski ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda, kondisi tersebut belum mampu membawa rupiah maupun mayoritas mata uang Asia menguat.

Tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri.

Pergerakan mata uang kawasan Asia menunjukkan tren pelemahan.

Dolar Taiwan tercatat mengalami penurunan paling dalam dengan pelemahan 0,39 persen.

Setelah itu, tekanan terjadi pada rupiah, won Korea Selatan, peso Filipina, dolar Singapura, yuan China, ringgit Malaysia, hingga yuan offshore.

Sementara itu, hanya dolar Hong Kong yang mencatat penguatan terbatas sebesar 0,01 persen.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama justru sedikit melemah 0,05 persen ke posisi 101,48.

Bloomberg Intelligence memperkirakan dolar AS masih memiliki peluang melemah terhadap sebagian besar mata uang Asia setelah sebelumnya mengalami fase konsolidasi pada semester kedua tahun ini.

Namun, ruang penguatan dolar AS diperkirakan tetap terbuka apabila terjadi sejumlah risiko, seperti meningkatnya kembali konflik Iran serta sikap Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed yang lebih agresif dibanding perkiraan pasar.

Strategis FX Bloomberg, Chunyu Zhang, menilai pelemahan dolar AS belum tentu langsung memberikan keuntungan besar bagi rupiah.

Menurutnya, pemulihan rupiah yang berlangsung sejak Juni berpotensi mengalami gangguan setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Selain itu, investor masih mencermati sejumlah faktor domestik, mulai dari kondisi fiskal Indonesia, proses pergantian pimpinan BI yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter, hingga potensi perubahan peringkat Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody's dan MSCI.

Di tengah tekanan terhadap rupiah, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, memperkirakan nilai tukar rupiah masih berpotensi bergerak melemah dalam jangka pendek.

Ia memperkirakan rupiah dapat berada pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.200 per dolar AS sebelum Bank Indonesia mengambil langkah intervensi terbatas untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Intervensi tersebut diperkirakan bertujuan mempertahankan rupiah agar tetap berada dalam kisaran Rp17.800 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Pergerakan rupiah ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan Bank Indonesia, kondisi ekonomi global, arah kebijakan The Fed, serta kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.* (bb/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Menguat ke Level 6.187,  Ini Daftar Saham yang Naik dan Turun
Emas Antam Turun Lagi! Ini Daftar Harga Lengkap Terbaru 28 Juli 2026
Harga Pangan Hari Ini Turun! Beras, Cabai, Bawang hingga Daging Kompak Anjlok
Butuh Modal Usaha? KUR Mandiri 2026 Tawarkan Pinjaman Hingga Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp2 Jutaan per Bulan
Destry Damayanti Yakinkan Investor, Kebijakan BI Tetap Berjalan usai Perry Warjiyo Mundur
Airlangga Pastikan Mundurnya Perry Warjiyo Tak Guncang Ekonomi RI, Stabilitas BI Tetap Terjaga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru