BREAKING NEWS
Selasa, 04 Agustus 2026

Menguat di Pagi Hari, Rupiah Diramal Kembali Tertekan hingga Rp18.300 Pekan Ini

Administrator - Senin, 03 Agustus 2026 10:25 WIB
Menguat di Pagi Hari, Rupiah Diramal Kembali Tertekan hingga Rp18.300 Pekan Ini
ilustrasi - Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat saat pembukaan perdagangan, Senin (3/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat saat pembukaan perdagangan, Senin (3/8/2026). Mata uang Garuda terapresiasi 39 poin atau 0,22 persen ke level Rp17.983 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kurs rupiah melanjutkan tren penguatan yang terjadi pada akhir pekan lalu, di mana sempat menguat 0,49 persen secara harian ke level Rp18.022 per dolar AS pada Jumat (31/7/2026). Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,22 persen ke posisi 99,697.

Meski dibuka menguat, rupiah sepanjang pekan ini diperkirakan bakal kembali melemah. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih akan turun mendekati area Rp18.250 hingga Rp18.300 per dolar AS, seiring banyaknya data ekonomi domestik yang akan dirilis.

Baca Juga:

Salah satu data yang menjadi perhatian pasar adalah neraca perdagangan Indonesia. Menurutnya, neraca perdagangan pada Juni 2026 berpotensi mengalami defisit, sehingga dapat memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan rupiah.

"Pasar akan melihat banyak data yang akan dirilis di Indonesia, terutama neraca perdagangan yang kemungkinan besar pada Juni akan mengalami defisit. Hal ini juga akan mempengaruhi pergerakan rupiah ke depan," ujar Ibrahim, Minggu (2/8/2026).

Selain itu, laju inflasi Indonesia dipandang bakal melandai. Penurunan inflasi didorong oleh relatif turunnya harga sejumlah komoditas akibat intervensi pemerintah di pasar. Ibrahim memperkirakan tingkat inflasi akan berada di bawah 3,34 persen.

Faktor lain yang juga menjadi perhatian adalah data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia. PMI manufaktur berpotensi masih berada di bawah 50 atau tetap berada di zona kontraksi, meskipun diperkirakan sedikit lebih baik dibandingkan posisi sebelumnya di level 46,9.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan aktivitas industri manufaktur masih belum pulih sepenuhnya, yang turut berdampak terhadap pasar tenaga kerja.

"PMI manufaktur kemungkinan masih terkontraksi di bawah 50. Walaupun pada Juli diperkirakan berada di atas 46,9, tetapi masih menunjukkan kontraksi. Ini mengindikasikan kondisi tenaga kerja masih melemah dan pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terjadi di berbagai sektor," paparnya.

Ibrahim juga memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan menurun dibandingkan posisi pada Juni 2026 yang sebesar 145,6 miliar dolar AS. Penurunan cadangan devisa membuat kemampuan pembiayaan impor dan pembayaran kewajiban luar negeri hanya berada di kisaran 4,9 bulan.

"Artinya, posisi tersebut masih berada di bawah standar yang umumnya digunakan untuk negara dengan peringkat utang BBB, yaitu sekitar lima bulan cadangan devisa," pungkas dia.

Di sisi lain, Ibrahim memperkirakan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2026 juga akan kembali melemah. Ia menilai tren penurunan IKK sudah berlangsung sejak awal tahun. IKK yang pada Januari berada pada level 129, terus menurun hingga mencapai 117,8 pada Juni 2026. Untuk Juli, Ibrahim memprediksi IKK kembali turun ke angka 116,6.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Investor Pasang Kuda-kuda, IHSG Menghijau Jelang Rilis Data PDB Kuartal II
Cuaca Aceh Hari Ini, Senin 3 Agustus: Hujan Petir Mengintai Sejumlah Wilayah, Warga Diminta Waspada
Cuaca Sumatera Utara Hari Ini, Senin 3 Agustus: Hujan Ringan Dominasi Wilayah, Binjai dan Tebing Tinggi Berawan
Cuaca Jakarta Hari Ini, Senin 3 Agustus: Lima Wilayah Cerah, Kepulauan Seribu Berawan
Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Senin 3 Agustus: Hujan Ringan Guyur Sejumlah Wilayah, Daerah Pantura Didominasi Cerah
Cuaca Yogyakarta Hari Ini, Senin 3 Agustus: Mayoritas Wilayah Cerah, Kulon Progo Cerah Berawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru