Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MAKASSAR - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) membantah isu yang menyebut keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) bakal mematikan atau menutup usaha warung kelontong milik warga. Zulhas menegaskan bahwa konsep Kopdes yang digagas pemerintah tidak didesain untuk bersaing sebagai minimarket modern atau supermarket yang menggerus usaha ritel kecil.
"Apalagi katanya nanti Zulhas nutup warung-warung kelontong, enggak ada urusannya. Malah warung kelontong justru bisa titip barang. Kalau mau promosi seluruh Indonesia, boleh melalui Kopdes," ujar Zulhas di Makassar, Selasa (4/8/2026).
Tepis Isu Hoaks
Baca Juga:
Zulhas meluruskan narasi negatif yang beredar di masyarakat mengenai ancaman keberadaan Kopdes bagi pedagang kecil. Menurutnya, isu bahwa warung warga akan digusur adalah bentuk disinformasi yang merugikan.
"Karena ini bukan warung, bukan... bukan supermarket, ya. Nah itu yang perlu kami jelaskan," tegasnya.
"Jadi tidak ada hoaks itu ya, yang warung-warung ditutup itu. Itu jahat sekali. Iya, pengen suruh orang ribut saja," lanjutnya.
Selain penguatan ekonomi melalui mekanisme di mana pelaku usaha justru bisa titip barang, kata Zulhas, program pembenahan dan pembangunan Kopdes secara masif ini diproyeksikan menjadi penyedia lapangan kerja baru di tingkat desa guna menampung para lulusan sekolah maupun perguruan tinggi.
Ia mengkalkulasikan, jika satu koperasi dapat mempekerjakan 6 hingga 7 orang tenaga lokal di 80.000 desa, maka potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai hampir setengah juta orang.
Tak hanya koperasi, pemerintah juga tengah merancang program desa tematik budidaya ikan untuk memperkuat kedaulatan protein nasional setelah swasembada karbohidrat tercapai.
"Nanti setiap desa yang punya lahan akan dibangun budidaya ikan tematik. Itu juga bisa nyerap tenaga kerja. Kalau itu nanti bisa nyerap 6 (orang) lagi, bisa juga orang bekerja dengan baik. Intinya kita ini ingin membangun pemberdayaan ekonomi desa, juga menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya," terangnya.
Gandeng TNI dan Pembangunan Bertahap
Menanggapi target pembangunan yang ambisius, Zulhas menjelaskan bahwa percepatan fisik di lapangan tak lepas dari sinergi bersama TNI. Tahun ini, pemerintah menargetkan penyelesaian puluhan ribu unit fisik terlebih dahulu sebelum menggenapinya secara bertahap.
Untuk koperasi desa, koperasi nelayan, dan koperasi kelurahan ditargetkan akan dibangun di 80.000 unit desa secara bertahap. Untuk tahun ini, ditargetkan 35.000 unit koperasi desa selesai di akhir Agustus.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.