BREAKING NEWS
Minggu, 16 Agustus 2026

Stok Beras Tembus 5,25 Juta Ton, Bapanas Klaim RI Siap Hadapi El Nino

Nurul - Sabtu, 15 Agustus 2026 17:47 WIB
Stok Beras Tembus 5,25 Juta Ton, Bapanas Klaim RI Siap Hadapi El Nino
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi Peternak di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). (Foto: Dok. Kementan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia memiliki pengalaman menghadapi fenomena El Nino. Pemerintah juga telah memperkuat cadangan pangan, dengan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 5,25 juta ton hingga 12 Agustus 2026.

Amran mengatakan pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya menjadi modal pemerintah untuk menghadapi potensi musim kemarau yang lebih kering dan panjang.

"Dulu pernah El Nino (tahun) 2016, kita selamat. Jadi dulu saja dalam waktu singkat, kita bisa bertahan. Apalagi sekarang dengan pengalaman El Nino 3 kali. Tapi (El Nino) 2023 dan 2024, itu persiapan agak kurang, sehingga impornya 7 juta ton. Sekarang kita sudah persiapkan El Nino, stok (CBP) kita 5,2 juta ton," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga:

Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam materi tersebut, fenomena El Nino telah memasuki kategori kuat dan berpotensi berkembang menjadi sangat kuat. Kondisi tersebut berpotensi membuat musim kemarau lebih kering dan berlangsung lebih panjang, khususnya pada Agustus dan September.

Untuk mengantisipasi dampaknya terhadap pangan, pemerintah memperkuat stok CBP dengan mengandalkan penyerapan hasil produksi petani dalam negeri. Kebijakan tersebut dijalankan bersama Perum Bulog.

Data Bapanas menunjukkan stok CBP pada awal September 2023 hanya sekitar 1,52 juta ton. Sementara hingga 12 Agustus 2026, stok tersebut telah mencapai 5,25 juta ton atau meningkat sekitar 245,4 persen.

Penguatan stok dilakukan sejak 2025 melalui percepatan penyerapan gabah petani oleh Bulog. Pemerintah menerapkan kebijakan penyerapan gabah any quality untuk membantu menjaga hasil panen petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

"Setelah diserap, kan nanti yang melakukan pengolahan adalah Bulog. Kalau berasnya kadar airnya tinggi, diambil alih beban petani itu. Justru kalau tidak diserap, petani ini sangat resisten, dia sangat rentan untuk berubah menjadi bangkrut. Ini mesti dijaga dengan hadirnya Bulog itu untuk petani 115 juta orang," ujar Amran.

Menurut Amran, kehadiran Bulog tidak hanya berfungsi menjaga stok pangan, tetapi juga membantu menjaga harga gabah di tingkat petani dan harga beras di tingkat konsumen.

"Hadir Bulog itu untuk bagaimana menstabilkan harga, bagaimana menjaga kesejahteraan petani, kemudian menjaga harga di konsumen. Ini Bulognya berfungsi. Ini petani kita. Ini orang Indonesia. Kita tidak boleh membiarkan mereka bangkrut," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks harga yang diterima petani hingga Juli 2026 mencapai 151,10. Angka tersebut disebut menjadi level tertinggi dan mencerminkan perbaikan harga yang diterima petani.

Amran juga menanggapi kemungkinan adanya sebagian beras yang mengalami penurunan mutu akibat kebijakan penyerapan gabah any quality. Menurutnya, kondisi tersebut masih dapat ditangani Bulog dan jumlahnya dinilai tidak signifikan dibandingkan total stok beras pemerintah.

"Kalau ada yang turun mutu, katakanlah kemarin ada 5 ribu ton, dibagi 5,2 juta ton, itu 0,00 sekian persen. Tidak signifikan," jelas Amran.

Selain beras, pemerintah juga memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk sejumlah komoditas lainnya. Cadangan tersebut dikelola Perum Bulog dan ID FOOD sebagai bagian dari langkah mitigasi apabila terjadi tekanan pangan akibat kondisi cuaca maupun El Nino.

Stok CPP jagung saat ini tercatat sekitar 159 ribu ton. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan September 2023 yang saat itu masih berada di posisi nol.

Untuk daging ayam ras, stok CPP mencapai sekitar 38 ton atau meningkat 138,4 persen dibandingkan September 2023. Pemerintah juga memiliki stok gula konsumsi sekitar 2 ribu ton, minyak goreng 1.000 kiloliter, telur ayam 6 ton, dan daging sapi 3 ton.

Mayoritas stok CPP tersebut berasal dari penyerapan produksi pangan dalam negeri. Pemerintah menilai kondisi stok saat ini jauh lebih kuat dibandingkan sebelum puncak El Nino pada 2023.

Dengan penguatan cadangan pangan dan penyerapan hasil produksi petani, pemerintah optimistis Indonesia lebih siap menghadapi potensi dampak El Nino sekaligus menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan nasional.* (an/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jelang HUT ke-81 RI, Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras Premium ke Malaysia
1,7 Juta Warga Sumut Terima Bantuan Beras, Bulog Juga Gelontorkan 14 Juta Liter MinyaKita
Usut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung: Hadapi Mantan Pendekar Hukum, Harus Hati-hati
Stok Beras BULOG Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Seluruh Indonesia
Harga Pangan Awal Pekan Naik: Beras dan Cabai Makin Mahal
Jelang HUT RI ke-81, Pemprov Sumut Siapkan Pasar Murah Massal untuk Jaga Harga Bahan Pokok
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru