BREAKING NEWS
Rabu, 19 Agustus 2026

Sofyan Tan: Data Sensus Ekonomi Harus Akurat agar Kebijakan Tepat Sasaran

Dodi Kurniawan - Selasa, 18 Agustus 2026 16:12 WIB
Sofyan Tan: Data Sensus Ekonomi Harus Akurat agar Kebijakan Tepat Sasaran
Anggota Komisi X DPR RI Dr. Sofyan Tan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bersama Komisi X DPR RI di Hotel Four Points Medan, Selasa, 18 Agustus 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Sensus ekonomi dinilai memiliki peran penting dalam menyediakan data yang menjadi dasar pemerintah menyusun kebijakan dan program pembangunan.

Data yang akurat dari lapangan dapat membantu pemerintah memahami kondisi ekonomi masyarakat sekaligus menjadi acuan pelaku usaha dalam melihat peluang bisnis.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Dr. Sofyan Tan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bersama Komisi X DPR RI di Hotel Four Points Medan, Selasa, 18 Agustus 2026.

Baca Juga:

Dalam paparannya, Sofyan Tan menjelaskan data kemiskinan yang digunakan pemerintah berasal dari survei, bukan sensus.

Ia mencontohkan adanya perbedaan ukuran kemiskinan berdasarkan indikator Badan Pusat Statistik (BPS) dan ukuran yang disebutnya digunakan Bank Dunia.

Menurut Sofyan, perbedaan ukuran tersebut perlu menjadi perhatian, terutama ketika data ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat digunakan sebagai dasar menentukan penerima berbagai program pemerintah, termasuk KIP Kuliah.

Ia juga menyoroti persoalan desil dalam pendataan masyarakat.

Menurut dia, kesalahan dalam memasukkan data dapat berdampak terhadap masyarakat, termasuk dalam memperoleh bantuan pendidikan.

"Data yang diinput salah, keluarnya salah. Nah, kalau sudah salah seperti itu, mencelakakanlah banyak orang," ujar Anggota Komisi X DPR RI.

Sofyan juga menyoroti pentingnya pendidikan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Menurut dia, persoalan masyarakat Indonesia bukan semata-mata karena kurang rajin bekerja, tetapi juga berkaitan dengan penguasaan ilmu, keterampilan, teknologi, dan manajemen.

"Pendidikan menjadi hal yang sangat penting menjawab itu," katanya.

Dalam paparannya, Sofyan membandingkan pendapatan per kapita Indonesia dengan sejumlah negara lain.

Perbandingan itu digunakan untuk menggambarkan pentingnya peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga menyinggung Korea Selatan dan Singapura yang dinilai memiliki tingkat pendidikan serta produktivitas lebih baik.

Menurut Sofyan, kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui kegiatan seremonial.

Kemerdekaan juga perlu diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesempatan memperoleh pekerjaan dan usaha, serta kemampuan masyarakat meningkatkan taraf hidup.

Sensus ekonomi, kata Sofyan, tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah.

Masyarakat dan pelaku usaha juga dapat memanfaatkan hasil pendataan untuk melihat perkembangan kegiatan ekonomi dan menemukan peluang bisnis.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar mengikuti jenis usaha yang sudah jenuh.

Data ekonomi dapat membantu masyarakat melihat kebutuhan dan menentukan usaha yang masih memiliki prospek.

"Dari hasil survei yang nanti dipublikasikan kita akan mendapatkan data-data bisnis apa yang masih berpeluang," jelasnya.

Karena itu, Sofyan menilai kualitas data menjadi hal penting.

Kesalahan dalam proses wawancara maupun pendataan dapat menghasilkan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat dan pada akhirnya memengaruhi kebijakan pemerintah.

Selain memahami instrumen pendataan, petugas sensus dinilai perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik ketika berhadapan dengan responden.

Sofyan meminta petugas tidak terpaku pada daftar pertanyaan secara kaku.

Petugas perlu membangun suasana yang nyaman agar responden bersedia memberikan informasi secara terbuka.

Menurut dia, cara berkomunikasi dapat menentukan kualitas informasi yang diperoleh.

Pertanyaan yang disampaikan terlalu langsung, terutama mengenai kondisi ekonomi dan persoalan pribadi, berpotensi membuat responden tidak nyaman.

"Surveyor itu harus hafal apa yang mau ditanya, jangan, itu kamu nggak menguasai," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesan pertama ketika petugas bertemu dengan responden.

Sikap ramah dan kemampuan membangun hubungan dinilai dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih terbuka.

Sofyan mengatakan pengalaman dalam proses pendataan tidak hanya berguna bagi petugas sensus.

Kemampuan berkomunikasi juga menjadi bekal penting ketika seseorang memasuki dunia kerja, dunia usaha, maupun saat menjadi pemimpin.

"Komunikasi itu paling penting," tegasnya.

Ia mengingatkan agar seseorang berhati-hati dalam berbicara dan tidak mudah melukai perasaan orang lain.

Menurut dia, hubungan yang baik dengan orang lain merupakan modal untuk membangun kepercayaan, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sosial.

Pada akhir paparannya, Sofyan menegaskan sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan.

Data yang dikumpulkan dari lapangan harus akurat agar dapat menjadi dasar kebijakan pemerintah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

"Jadi inilah manfaat dan strategi di dalam sensus ekonomi supaya kamu bisa berhasil," ujarnya.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemuda Tanjungbalai Diajak Jadi Penggerak Perubahan Menuju Tanjungbalai Emas
Tutup HUT ke-81 RI, Wali Kota Tanjungbalai Pimpin Penurunan Bendera dan Beri Penghargaan 75 ASN
Pawai Karnaval HUT ke-81 RI di Tanjungbalai Meriah, Wali Kota: Bukan Sekadar Hiburan
Malam Resepsi HUT ke-81 RI di Labusel, Bupati Fery: Pengabdian Paskibraka Baru Dimulai
Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI, Fery Sahputra Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Malam Resepsi HUT ke-81 RI, Bupati Taufik: Tegakkan Disiplin, Paskibraka Asahan Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru