BREAKING NEWS
Sabtu, 22 Agustus 2026

Saat Gudang Utama Diserbu Warga Panik, Stok Cadangan 800 Ton Bulog Justru Selamatkan Sibolga yang Terisolasi

Dodi Kurniawan - Jumat, 21 Agustus 2026 08:56 WIB
Saat Gudang Utama Diserbu Warga Panik, Stok Cadangan 800 Ton Bulog Justru Selamatkan Sibolga yang Terisolasi
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menegaskan penyimpanan beras dalam jumlah besar di gudang milik negara bukan merupakan praktik penimbunan untuk mencari keuntungan. Stok tersebut merupakan bagian dari mandat pemerintah untuk menjaga cadangan pangan strategis.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan kebijakan penyimpanan stok dalam jumlah besar dikenal sebagai pemupukan stok. Cadangan tersebut disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat, mulai dari bencana alam, kerusuhan hingga gangguan rantai pasok pangan.

"Pemerintah memang ditugaskan untuk menyimpan pangan. Masyarakat kerap menyebutnya 'menimbun' yang berkonotasi negatif. Padahal bagi kami, bahasanya adalah pemupukan stok. Stok ini ditahan dalam jumlah tertentu untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga, seperti bencana alam," kata Budi di Medan, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga:

Budi menegaskan Bulog tidak dapat mengeluarkan cadangan beras tersebut secara sembarangan. Penyaluran stok cadangan dilakukan berdasarkan mandat atau kebijakan pemerintah.


Menurutnya, keberadaan cadangan strategis menjadi penting karena kondisi darurat dapat mengganggu distribusi pangan dalam waktu singkat. Salah satu pengalaman tersebut terjadi ketika wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) sempat terisolasi akibat bencana.

Saat itu, akses darat lumpuh akibat longsor. Jalur laut juga tidak dapat digunakan karena kondisi gelombang tinggi. Situasi tersebut memicu kepanikan warga, termasuk aksi panic buying dan kekurangan pangan.

Kondisi bahkan sempat membuat masyarakat mengambil paksa stok beras dari gudang utama Bulog. Namun, Bulog masih memiliki cadangan di lokasi lain sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.

"Waktu itu, di gudang utama habis diambil paksa. Tetapi, kami masih memiliki stok cadangan di luar gudang sebanyak 800 ton. Itulah yang kami salurkan untuk membantu menghidupkan dapur-dapur umum, termasuk jatah 300 gram per kepala setiap hari," jelas Budi.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya manajemen risiko dan contingency plan dalam pengelolaan cadangan pangan. Bulog juga memperhitungkan kondisi infrastruktur gudang, termasuk desain bangunan dan posisi lantai yang dibuat lebih tinggi untuk mengantisipasi risiko banjir bandang.


Cadangan pangan tersebut juga dipersiapkan menghadapi kemungkinan gangguan rantai pasok global akibat kondisi geopolitik dan perubahan situasi di negara-negara eksportir pangan.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bursa Wirausaha Unggulan Sumut Digelar di USU, UMKM Dapat Akses Pembiayaan hingga Business Matching
Tahun Depan, Bobby Nasution Kucurkan Rp50 Miliar untuk Pelaku UMKM Sumut
Pemprov Sumut Masih Cari Pejabat untuk 5 Jabatan Kosong, Bukan Lewat Lelang
Paman Bobby Nasution Pindah ke Pemprov Sumut, Ini Status Jabatannya Sekarang
Beras Premium di Medan Melonjak Rp30 Ribu per Kemasan, Pemprov Sumut Siapkan Pasar Murah dan GPM
Kadin Sumut Sambut Positif BRT Listrik Mebidang, Dinilai Bisa Tekan Biaya Transportasi Pekerja
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru