BREAKING NEWS
Sabtu, 22 Agustus 2026

Desil 3 Belum Tentu Sama, BPS Tegaskan Angka Ini Bukan Ukuran Mutlak Kaya atau Miskin

Nurul - Sabtu, 22 Agustus 2026 10:47 WIB
Desil 3 Belum Tentu Sama, BPS Tegaskan Angka Ini Bukan Ukuran Mutlak Kaya atau Miskin
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (Foto: tirto/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan desil 1-10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bukan ukuran mutlak untuk menentukan seseorang miskin atau kaya. Desil merupakan pemeringkatan posisi relatif tingkat kesejahteraan keluarga dibandingkan keluarga lainnya.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan DTSEN menjadi rujukan pemerintah dalam perencanaan, penetapan sasaran hingga evaluasi berbagai program. Karena itu, pemahaman mengenai desil dinilai penting agar masyarakat tidak keliru menafsirkan posisi kesejahteraannya.

"Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," kata Amalia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga:

Dalam DTSEN, desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Namun, Amalia menegaskan angka tersebut tidak secara langsung menunjukkan besarnya pendapatan, pengeluaran atau kekayaan suatu keluarga. Keluarga yang berada dalam desil yang sama juga belum tentu memiliki kondisi ekonomi yang identik.

"Desil bukan ukuran absolut kemiskinan maupun ukuran nominal pendapatan atau kekayaan suatu keluarga," ujarnya.

Sebagai contoh, keluarga yang masuk desil 3 berarti berada di kelompok ketiga dari 10 kelompok dalam pemeringkatan kesejahteraan relatif. Posisi tersebut tidak berarti seluruh keluarga di desil 3 memiliki pendapatan atau kondisi sosial ekonomi yang sama.

Bagaimana Desil Ditentukan?

BPS menjelaskan penentuan desil tidak hanya berdasarkan penghasilan atau satu indikator tertentu. Pemeringkatan mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama.

Beberapa indikator yang digunakan antara lain kondisi tempat tinggal, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan serta disabilitas.

Informasi tersebut kemudian diproses dengan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.

"Karena menggunakan kombinasi berbagai karakteristik, satu kondisi atau satu indikator saja tidak dengan sendirinya menentukan posisi desil suatu keluarga," kata Amalia.

Dengan metode tersebut, desil berfungsi sebagai alat pemeringkatan untuk membantu pemerintah mengenali kelompok masyarakat berdasarkan posisi kesejahteraan relatif.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tipe Mobil Anda Bisa Jadi Penentu, Ini Skema Baru Pembatasan Pertalite untuk Desil 9-10 ala Airlangga
Bobby Nasution Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Gubernur Sumut Sendiri Jadi Responden, Bobby Nasution Ajak Warga Tak Ragu Ikut Sensus Ekonomi 2026
Masuk Desil 9 dan 10 DTSEN tapi Masih Merasa Hidup Pas-pasan, Mengapa Bisa Terjadi?
Banyak Warga Protes Desilnya Salah, Airlangga Pastikan Data Bisa Diperbarui Setiap 3 Bulan
Pemprov Sumut Dorong Budaya Menabung Sejak Dini untuk Perkuat Ekonomi Generasi Muda
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru