Sejumlah Wilayah Medan Terdampak Pemadaman Listrik Hari Ini, Berlangsung 4 Jam
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan dan sekitarnya akan terdampak pemeliharaan jaringan listrik PLN pada Rabu, 7 Oktober 2026.Pemelihar
PERISTIWA
Oleh:Dr Ramadhan Pohan
ADA yang berbeda dari dua pidato Presiden Prabowo Subianto di kompleks parlemen, Senayan, 14 Agustus 2026. Presiden tidak datang sekadar membawa kalimat-kalimat besar tentang masa depan Indonesia. Ia juga membawa angka.
Angka pertumbuhan ekonomi, investasi, pangan, energi, pupuk, infrastruktur, kemiskinan, hilirisasi, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, sampai restrukturisasi badan usaha milik negara.Baca Juga:
Itu penting karena hampir dua tahun pemerintahan Prabowo berjalan dalam ruang publik yang gaduh. Media sosial membuat pemerintahan seperti bekerja di stadion yang penontonnya tidak pernah pulang. Kebijakan diumumkan pagi hari, diperdebatkan siang hari, lalu malamnya sudah menjadi meme dan bahan olok-olok.
Prabowo tidak kebal dari kritik itu. Ia tampak mencermati semua.
MBG dikritik karena anggarannya besar dan pelaksanaannya beberapa kali bermasalah. Sekolah Rakyat disebut terlalu ambisius. Koperasi Desa Merah Putih diragukan efektivitasnya. Hilirisasi dipertanyakan manfaat langsungnya bagi rakyat. Pertumbuhan ekonomi dianggap belum otomatis menghadirkan pekerjaan berkualitas. Bahkan, gaya komunikasi Presiden yang spontan, panjang, dan kadang keras menjadi bahan perdebatan. Tak ada yang luput diulas media sosial.
Apakah semua kritik kepada Prabowo salah? Tentu tidak. Dalam demokrasi, pemerintah memang harus dikritik. Apalagi sekarang, ketika media sosial membuat kritik datang jauh lebih cepat, riuh, dan terkadang tanpa cukup konteks.
Pertanyaan yang lebih adil adalah: setelah 21 bulan bekerja, apakah pemerintah memiliki bukti yang cukup untuk menjawab sebagian kritik tersebut?
Menurut saya, jawabannya: ya, cukup kuat—meskipun pekerjaan rumahnya juga masih besar.
"Akan" ke "telah"
Jika dibandingkan dengan pidato kenegaraan pertamanya di Senayan pada 15 Agustus 2025, ada perubahan menarik dalam bahasa politik Prabowo. Tahun lalu lebih merupakan pidato tentang arah; tahun ini lebih terasa sebagai pidato tentang hasil.
Pada 2025, ketika pemerintahannya baru berjalan 299 hari, Prabowo banyak menjelaskan fondasi: Pasal 33 UUD 1945, kedaulatan pangan dan energi, hilirisasi, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, serta ekonomi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan dan sekitarnya akan terdampak pemeliharaan jaringan listrik PLN pada Rabu, 7 Oktober 2026.Pemelihar
PERISTIWA
DELI SERDANG Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyambut kedatangan Kapolda Sumut yang baru, Irjen Pol Sonny Irawan,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas akan menerima penabalan marga dari keluarga besar masyarakat Karo. Bagi Rico, pemberian m
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut baik program Jaksa Sahabat Pendidik. Program tersebut dinilai menjadi langkah p
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak Garda Pemuda NasDem Medan tidak hanya berkumpul dan menjalankan kegiatan organis
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan mengakui pernah menyampaikan pendapat yang mendorong Wakil Presi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Preorder iPhone 18 series di Indonesia melalui iBox dan Digimap resmi dibuka. Calon pembeli perlu memastikan melakukan pemesana
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Sejumlah saham, antara lain PT Bukit As
EKONOMI
JAKARTA Presiden ke7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan menemui Presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Ke
POLITIK
MEDAN Bagi masyarakat Batak Toba, marga bukan sekadar nama keluarga yang berada di belakang nama seseorang. Marga menjadi bagian penting
SENI DAN BUDAYA