BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Luhut Ingatkan Kepala BGN: Pembangunan SPPG Tak Boleh Sekadar Kejar Bisnis

Abyadi Siregar - Jumat, 21 Agustus 2026 15:16 WIB
Luhut Ingatkan Kepala BGN: Pembangunan SPPG Tak Boleh Sekadar Kejar Bisnis
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala BGN Sudaryono. (foto: Luhut Binsar Pandjaitan/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan refocusing lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Permintaan itu disampaikan Luhut saat bertemu Kepala BGN Sudaryono di kantornya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Luhut menekankan setiap keputusan strategis terkait pembangunan SPPG harus menggunakan data yang akurat dan pengawasan yang ketat.

Baca Juga:

"Satu hal yang ingin saya garisbawahi adalah setiap keputusan strategis harus berlandaskan pada data yang akurat, pengawasan ketat, dan keberanian melakukan koreksi jika ada kekeliruan," ujar Luhut, Jumat (21/8/2026).

Menurut Luhut, refocusing SPPG perlu memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Saat ini, sekitar 1.700 SPPG difokuskan pembangunannya di wilayah dengan tingkat prevalensi stunting tinggi, antara lain Papua, Maluku, Nias, dan Nusa Tenggara Timur.

"Pembangunan SPPG tidak boleh lagi sekadar mengikuti kemudahan berbisnis atau mencari lokasi yang gampang. Negara harus hadir lebih dulu di tempat yang paling sulit dan paling membutuhkan. Penentuan lokasi wajib berbasis data akurat seperti; angka stunting, kerentanan pangan, dan tantangan geografis," urai Luhut.

Selain meminta pemetaan ulang lokasi, Luhut menilai kualitas dan higienitas SPPG harus menjadi perhatian utama.

Standar kebersihan dan keamanan pangan, kata dia, merupakan syarat yang tidak dapat ditawar dalam pelaksanaan program MBG.

Luhut mengapresiasi langkah Kepala BGN Sudaryono yang menutup sekitar 1.300 SPPG karena dinilai belum memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Menurut Luhut, penutupan tersebut merupakan bagian dari pengawasan untuk memastikan makanan yang diberikan melalui program MBG memenuhi standar dan aman dikonsumsi anak-anak.

Ia juga menyatakan Dewan Ekonomi Nasional berkomitmen membantu memperbaiki tata kelola program tersebut.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sempat Simpang Siur Disebut Rp480 Triliun, Anggaran MBG 2027 Turun Jadi Rp240 Triliun, Ini Kata Ekonom
Tahun Depan, Bobby Nasution Kucurkan Rp50 Miliar untuk Pelaku UMKM Sumut
BEM USU Gelar Aksi di Lapangan Merdeka, Kritik MBG hingga Kebijakan Pemerintah: Apakah Kita Sudah Benar-Benar Merdeka?
Program Berlayar Hadir di Sei Bejangkar, Bapenda Batu Bara Mudahkan Warga Bayar Pajak
Zulhas Janji Benahi MBG dalam Dua Bulan: Kami Bereskan
82 Dapur MBG Dibangun dengan Rp110,8 Miliar, Eks Waka BGN Ungkap Asal Dana: Anggaran Hamba Allah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru