BREAKING NEWS
Sabtu, 22 Agustus 2026

Pidato Presiden Prabowo di Senayan: dari riuh kritik ke politik hasil

Administrator - Sabtu, 22 Agustus 2026 11:41 WIB
Pidato Presiden Prabowo di Senayan: dari riuh kritik ke politik hasil
Presiden Prabowo Subianto, dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Setahun kemudian, sejumlah agenda itu kembali ke Senayan bersama angka yang lebih konkret: 21 bulan atau 663 hari pemerintahan, 121 kebijakan transformasi, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada triwulan I-2026, investasi sekitar Rp1.010 triliun pada semester pertama, serta berbagai capaian dan kebijakan di bidang pangan, pupuk, energi, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Perubahannya bukan sekadar pada banyaknya angka. Hal yang berubah adalah kata kerja politiknya: dari "akan" menuju "telah", dari agenda menuju capaian, dari janji menuju pembuktian.

Ada pula satu diksi yang terus hidup dalam bahasa politik Prabowo: rakyat. Kepentingan rakyat. Kesulitan rakyat. Kemakmuran rakyat. Anak-anak rakyat. Bahkan, rakyat yang tidak memilihnya.

Dalam ilmu komunikasi dikenal message repetition, atau pengulangan pesan utama. Pengulangan membantu seorang pemimpin menegaskan apa yang ingin ditempatkannya sebagai pusat perhatian pemerintahan.

Kabar baik dari Senayan bukan bahwa semua masalah Indonesia telah selesai—jelas belum. Kabar baiknya adalah sebagian janji mulai dapat dipertemukan dengan hasil yang bisa dihitung, diperiksa, diperdebatkan, bahkan dikritik.

Angka

Ambil contoh ekonomi. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini bukan angka buatan Istana. Ini data lembaga statistik negara.

Meskipun demikian, kita juga harus jujur: dibandingkan triwulan sebelumnya, ekonomi mengalami kontraksi 0,77 persen. Hanya saja, mengatakan ekonomi Indonesia sedang kacau atau runtuh juga tidak cocok dengan keseluruhan data. Dalam bahasa media sosial: itu bisa terlalu "lebay". Lihatlah data secara utuh.

Investasi semester I-2026 mencapai sekitar Rp1.010 triliun. Lebih menarik lagi, sekitar 50,2 persen investasi tersebut berada di luar Jawa. Artinya, setidaknya mulai terlihat upaya menggeser pusat pertumbuhan agar tidak terus bertumpuk di Jawa.


Angka ini layak diberi garis bawah. Salah satu persoalan lama pembangunan Indonesia adalah kuatnya konsentrasi kegiatan ekonomi, industri, infrastruktur, dan kesempatan kerja di Jawa.

Pemikiran Albert O. Hirschman, ekonom pembangunan yang pernah mengajar di Harvard University dan kemudian di Institute for Advanced Study, Princeton, Amerika Serikat, menarik ditempatkan di sini. Dalam bukunya The Strategy of Economic Development (1958), Hirschman menunjukkan pentingnya keterkaitan antarsektor dan antarkegiatan ekonomi: investasi yang masuk ke suatu wilayah seharusnya memancing kegiatan ekonomi lain ikut tumbuh, bukan berdiri sebagai pulau kemakmuran yang terpisah dari masyarakat sekitarnya.

Dalam konteks Indonesia, maka 50,2 persen investasi di luar Jawa baru memperoleh makna pembangunan yang sesungguhnya apabila melahirkan industri baru, pekerjaan, usaha lokal, dan nilai tambah di daerah tersebut. Dengan kata lain, memindahkan lokasi investasi saja belum cukup; yang lebih penting adalah menyebarkan kesempatan untuk maju.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Cabai Rawit Merah Melonjak ke Rp70.450/Kg, Telur Ayam Ikut Naik, Ini Rincian Harga Pangan Hari Ini
Sempat Dinyatakan Sembuh, Pelajar Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kembali Kejang
Anggota DPD RI dari Bali Serahkan Tongkat Ganesha kepada Jokowi, Singgung Estafet Kepemimpinan ke Gibran
Luhut Ingatkan Kepala BGN: Pembangunan SPPG Tak Boleh Sekadar Kejar Bisnis
197 Ribu Siswa Sarawak Diliburkan, Asap Karhutla Kalimantan Kini Jadi Sorotan Media Malaysia-Singapura
Bukan Cuma Perwira, RI Buka Pertukaran Prajurit hingga Tamtama dengan Militer China Lewat Latihan Heping Garuda
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru