Prabowo Turun Langsung ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, 198 Titik Api Terdeteksi
KUBU RAYA Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai R
NASIONAL
PURWOKERTO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik jual beli kursi mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto disebut menerima uang Rp1,12 miliar dari pihak yang disebut sebagai pengepul calon mahasiswa baru.
Setelah menerima uang tersebut, Eko diduga mendapat akses dari Rektor Unsoed Akhmad Sodiq untuk memberikan persetujuan atau approval terhadap calon mahasiswa baru yang telah membayar.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan perkara tersebut bermula ketika Eko berkomunikasi dengan salah satu pihak yang berperan sebagai pengepul calon mahasiswa baru Unsoed.Baca Juga:
Eko kemudian disebut melakukan tawar-menawar mengenai besaran uang yang harus disiapkan untuk memuluskan proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri.
"Setelah sepakat mengenai mahar tersebut, ES kemudian menerima uang dari salah satu pihak pengepul para calon mahasiswa baru dengan total mencapai Rp1,12 miliar," kata Taufik, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Setelah menerima uang, Eko dilaporkan kepada Akhmad Sodiq. KPK menyebut Sodiq kemudian memberikan kuasa kepada Eko untuk melakukan proses otorisasi calon mahasiswa baru.
"Atas penerimaan tersebut ES melaporkannya kepada ASO. Bahwa kemudian ASO memberikan akses user id-nya kepada ES untuk proses otorisasi 'klik' atau memberikan approval pada calon mahasiswa baru yang telah memberikan uang," ujar Taufik.
KPK juga mengungkap dugaan penerimaan uang lain yang melibatkan Mulyono, yang merupakan keponakan Akhmad Sodiq.
Menurut KPK, pada periode yang sama Sodiq memerintahkan Mulyono menggunakan kode tertentu dalam praktik penerimaan uang yang disebut berkaitan dengan proses penerimaan mahasiswa baru.
"Atas hal tersebut, MYN atas sepengetahuan ASO diduga melakukan penerimaan lainnya/gratifikasi berupa uang sekurang-kurangnya senilai Rp680 juta," katanya.
KPK menduga uang tersebut kemudian dikelola untuk kepentingan Akhmad Sodiq. Penyidik juga menyebut Sodiq diduga memerintahkan Mulyono membeli tiga bidang tanah yang kemudian diatasnamakan kepada Mulyono.
"Sehingga dalam hal ini, MYN bertindak sebagai penerima sekaligus pengelola uang yang diperuntukkan bagi ASO," ujar Taufik.
KUBU RAYA Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai R
NASIONAL
DAIRI Dua bocah berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh bibinya yang berinisial RS, 52 tahu
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Agus SantosoKREDIT Mikro 8 dan Tantangan Membangun Ekosistem Pembiayaan InklusifTerbitnya PerMenKo No. 7 Tahun 2026 tentang Kredit Pe
OPINI
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mendorong kepengurusan baru Karang Taruna Sumatera Utara agar semakin solid, tertib, dan aktif
PEMERINTAHAN
MEDAN Ribuan jajaran Pemerintah Kota Medan larut dalam suasana penuh kegembiraan saat mengikuti Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan Republ
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan kepedulian sosial dalam membangun Kota Medan
PEMERINTAHAN
KUPANG Presiden Prabowo Subianto batal meninjau langsung korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (22/8/2026).
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang masuk melalui jalur penerimaa
NASIONAL
BINJAI DPD Brigade Kartini AMPI Kota Binjai bersama DPD AMPI Kota Binjai menggelar Gebyar Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Tribun M
NASIONAL
BANDA ACEH Polresta Banda Aceh menetapkan pria berinisial MA (32), warga Kecamatan Ulee Kareng, sebagai tersangka dalam kasus dugaan keker
HUKUM DAN KRIMINAL