Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.842 titik panas atau hotspot terdeteksi di lima provinsi di Kalimantan. Data tersebut berdasarkan pemantauan satelit NASA-NOAA 20 melalui sistem SiPongi pada 21 Agustus 2026 pukul 14.14 WIB.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan mayoritas titik panas terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.832 titik terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang (medium confidence) dan 10 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence)," kata Berton, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Baca Juga:
Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak. Tercatat 976 titik panas di wilayah tersebut, terdiri atas 968 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan delapan titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Selanjutnya, Kalimantan Barat mencatat 489 titik panas. Sebanyak 487 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang dan dua titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Sementara itu, Kalimantan Timur tercatat memiliki 237 titik panas, Kalimantan Selatan 125 titik dan Kalimantan Utara 15 titik. Seluruh titik panas di tiga provinsi tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang.
BNPB menjadikan data titik panas sebagai salah satu acuan untuk memantau perkembangan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menentukan kebutuhan penanganan di lapangan.
Berton mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui operasi udara dan darat secara terpadu. Pemerintah daerah juga didorong meningkatkan kesiapsiagaan serta menetapkan status siaga atau tanggap darurat sesuai perkembangan ancaman di masing-masing wilayah.
"Penguatan operasi darat dilakukan melalui pengaktifan posko dan satuan tugas penanganan karhutla. Posko menjadi pusat koordinasi dalam pemantauan perkembangan situasi, pengerahan personel, pengelolaan sumber daya, serta penentuan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan," ujarnya.
Operasi darat diperkuat dengan pengerahan personel dan peralatan untuk menangani titik api, memantau wilayah rawan serta mencegah kebakaran meluas.
BNPB juga mengoptimalkan dukungan pemadaman dari udara menggunakan water bombing. Namun, penanganan dari udara tetap dilanjutkan dengan operasi darat untuk memastikan bara dan titik api benar-benar terkendali.
"Operasi darat menjadi bagian penting dalam memastikan api benar-benar tertangani, terutama pada wilayah dengan karakteristik lahan yang membutuhkan penanganan berulang," kata Berton.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.