BREAKING NEWS
Selasa, 25 Agustus 2026

Ironi di Balik Asap Karhutla: Saham Sawit Malah Ngegas Usai Harga CPO Tembus Tertinggi 20 Bulan

Nurul - Selasa, 25 Agustus 2026 19:12 WIB
Ironi di Balik Asap Karhutla: Saham Sawit Malah Ngegas Usai Harga CPO Tembus Tertinggi 20 Bulan
ilustrasi. (Foto: bknsagro)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Saham-saham perusahaan sektor kelapa sawit justru menguat di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Analis menilai penguatan tersebut berkaitan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina mengatakan pergerakan harga komoditas pada dasarnya dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni kenaikan permintaan atau penurunan pasokan.

"Kalau yang membuat harga suatu komoditas naik itu kan dua hal. Pertama permintaan yang naik atau supply yang turun," kata Martha dalam program Obrolan Saham, dikutip Selasa (25/8/2026).

Baca Juga:

Menurut Martha, kenaikan harga CPO saat ini lebih banyak dipengaruhi kekhawatiran terhadap penurunan produksi akibat musim kering. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena Indonesia tengah menghadapi fenomena El Nino dan kekeringan.

"Bukan cuma produksi CPO karena di berbagai negara juga komoditas pertanian itu sedang dilanda kekeringan jadi produksinya turun. Ketika permintaan tetap tapi produksinya turun, maka harga bergerak naik," ujarnya.

Harga CPO Tembus Level Tertinggi 20 Bulan

Martha menyebut harga CPO telah mencapai level tertinggi dalam 20 bulan terakhir. Dalam sepekan terakhir, harga komoditas tersebut juga tercatat naik lebih dari 6 persen.

Kenaikan harga CPO kemudian ikut menopang pergerakan saham perusahaan-perusahaan sawit di Bursa Efek Indonesia.

Di sisi lain, karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah dinilai menjadi salah satu indikator kuat bahwa musim kering sedang berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produksi CPO ke depan.

"Jadi untuk kebakaran hutan dan lahan sendiri, itu sebenarnya kembali menegaskan bahwa musim kering ini memang terjadi dan menjadi ancaman untuk produksi CPO ke depannya," kata Martha.

Meski begitu, Martha mengingatkan investor agar tidak terburu-buru mengejar saham sawit setelah harga mengalami kenaikan. Menurutnya, harga CPO saat ini sudah berada pada level yang cukup tinggi.

"Kalau untuk CPO ya, saya sih melihatnya harga saat ini udah cukup tinggi," ujarnya.

Selain harga komoditas, kondisi pasar saham secara keseluruhan juga perlu menjadi pertimbangan. Martha menyoroti posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di sekitar level psikologis 6.500.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Api di Permukaan Padam, 283 Personel Buru Bara Gambut yang Bersembunyi di Karhutla Kampar
'Negara Kita Kuat, Kita Mampu!' Prabowo Yakin Karhutla Kalimantan-Sumatera Padam Total 2 Pekan Lagi
Absen Dampingi Prabowo Tinjau Karhutla, Menhut Raja Juli: Komunikasi Kami Tetap Baik
Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Paluta, Polisi Selidiki Penyebabnya
Karhutla Terjadi di Samosir, Lima Hektare Hutan Lindung Bukit Sitalmak Terbakar
Gempur Titik Api Menhut Kerahkan 5.000 ASN Kehutanan untuk Tangani Karhutla di 6 Provinsi Prioritas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru