BREAKING NEWS
Senin, 24 Agustus 2026

Gempur Titik Api Menhut Kerahkan 5.000 ASN Kehutanan untuk Tangani Karhutla di 6 Provinsi Prioritas

Nurul - Senin, 24 Agustus 2026 22:14 WIB
Gempur Titik Api Menhut Kerahkan 5.000 ASN Kehutanan untuk Tangani Karhutla di 6 Provinsi Prioritas
Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau titik karhutla di Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026). (Foto: Dok. Kemenhut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Pengerahan personel dilakukan untuk memperkuat penanganan di lapangan di tengah pergerakan titik panas yang masih dinamis.

Raja Juli mengatakan pengerahan ASN tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan penanganan karhutla. Hal itu disampaikannya setelah meninjau lokasi karhutla di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026).

"Saya hadir di Kalimantan Barat hari ini diminta oleh Pak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan apa yang menjadi perintah beliau berjalan dengan baik. Apa yang menjadi instruksi beliau diimplementasikan oleh teman-teman terutama yang ada di Provinsi Kalimantan Barat," kata Raja Juli.

Baca Juga:

Dari total 5.000 ASN yang disiapkan, sebanyak 2.200 personel akan ditempatkan di tiga provinsi di Kalimantan. Khusus Kalimantan Barat, Kementerian Kehutanan akan mengirimkan 700 ASN yang berasal dari daerah-daerah dengan kondisi karhutla relatif tidak terdampak.

"Khusus untuk di Kalimantan Barat akan ada 700 ASN dari daerah-daerah yang tidak terlalu terdampak karhutla, akan kita kirim ke sini," ujarnya.

Menurut Raja Juli, penambahan personel diperlukan karena perkembangan titik panas atau hotspot dapat berubah dengan cepat. Selain pengerahan ASN, pejabat eselon I Kementerian Kehutanan juga akan berkantor di enam provinsi prioritas untuk memperkuat koordinasi penanganan.

Enam provinsi yang menjadi prioritas tersebut yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Selatan dan Jambi.

Raja Juli menyebut penanganan karhutla di lapangan dilakukan bersama sejumlah pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga Manggala Agni. Kolaborasi tersebut dinilai mulai menunjukkan hasil di sejumlah wilayah.

Ia menyebut jumlah titik panas di Kalimantan Barat pada malam sebelumnya tersisa 28 titik. Namun, angka tersebut masih dapat berubah seiring dinamika kondisi cuaca dan perkembangan kebakaran.

"Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, TNI, Polri, di darat maupun di udara, termasuk teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang berjuang tanpa lelah bersama-sama, akhirnya pada hari ini, sekali lagi per malam kemarin, angka hotspot di Kalimantan Barat sisa 28 saja ya. Nanti datanya akan kita update, sekali lagi ini sangat dinamis," kata Raja Juli.

Pengerahan ASN tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan, pemadaman, pencegahan serta koordinasi penanganan karhutla di wilayah prioritas. Pemerintah juga terus mengandalkan sinergi lintas instansi untuk menekan penyebaran titik api dan mencegah kebakaran meluas.* (in/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Titik Api Mulai Mereda: Istana Nyatakan Karhutla di Empat Provinsi Sumatera Terkendali Berkat Gerak Cepat Preventif
Dari Ribuan Embung hingga Green Policing: Jurus Komprehensif Polda Riau Pikat Perhatian Presiden Prabowo di Medan Karhutla
Menhut Raja Juli Absen Saat Prabowo Turun Gunung Urus Karhutla, Mensesneg Buka Suara
Bukan Sengaja 'Diekspor', BMKG Ungkap Angin Musiman Jadi Biang Keladi Asap Kalimantan Menggeliat ke Negara Tetangga
Sains Lawan Asap: Saat Senjata Teknologi AI dan Garam Mikro BRIN Turun Gunung Padamkan Karhutla
"Kalian Enggak Mengajukan, Ya Ajukan Dong!" Diminta 50 Kendaraan, Prabowo Malah Kirim 100 untuk Atasi Karhutla Sumsel
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru