Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Persetujuan Komisi XI dinilai menjadi salah satu sentimen domestik yang diperhatikan pelaku pasar karena berkaitan dengan kesinambungan kepemimpinan bank sentral dan arah kebijakan moneter ke depan.
Namun, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting, termasuk data inflasi Indonesia yang dijadwalkan keluar pekan depan.
Data inflasi akan menjadi salah satu indikator penting bagi pasar dalam memperkirakan langkah Bank Indonesia terkait kebijakan moneter dan suku bunga.
Inflasi yang terkendali dapat memberikan ruang bagi pelonggaran kebijakan, sementara tekanan inflasi yang tinggi berpotensi membuat kebijakan moneter tetap ketat.
Data perdagangan Juli juga menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekspor-impor, pasokan pangan dan biaya distribusi yang berpotensi memengaruhi inflasi domestik.
Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya. Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.690-Rp17.750 per dolar AS.
Untuk perdagangan pekan depan, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.900 per dolar AS.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat dipengaruhi perkembangan sentimen global, arah kebijakan The Fed, data inflasi Indonesia serta kondisi ekonomi dan perdagangan domestik.* (oz/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.