BREAKING NEWS
Selasa, 08 September 2026

Awal Perdagangan Selasa, Rupiah Melemah ke Rp17.641 per Dolar AS

Dharma - Selasa, 08 September 2026 10:03 WIB
Awal Perdagangan Selasa, Rupiah Melemah ke Rp17.641 per Dolar AS
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Selasa, 8 September 2026, dengan pelemahan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pergerakan rupiah dibayangi kenaikan harga minyak dunia di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.641 per dolar AS.

Baca Juga:

Posisi tersebut melemah 0,01 persen atau 1 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.


Pelemahan rupiah juga terjadi bersamaan dengan ringgit Malaysia dan yuan Cina.

Ringgit melemah 0,02 persen, sedangkan yuan turun 0,01 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia lainnya bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi.

Yen Jepang menjadi mata uang Asia dengan penguatan terbesar terhadap dolar AS, yakni 0,73 persen.

Penguatan berikutnya terjadi pada won Korea Selatan yang naik 0,62 persen. Dolar Taiwan menguat 0,23 persen, sedangkan peso Filipina naik 0,20 persen.

Baht Thailand menguat 0,19 persen dan dolar Singapura naik 0,12 persen terhadap dolar AS.

Adapun rupee India dan dolar Hong Kong cenderung bergerak stagnan.

Pergerakan mata uang Asia tersebut menjadi salah satu sentimen yang mewarnai perdagangan rupiah pada awal pekan ini.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak konsolidatif terhadap dolar AS sepanjang perdagangan Selasa.

Menurut dia, pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi minimnya rilis data ekonomi penting, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang terpantau mengalami koreksi berpotensi memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

Namun, sentimen negatif dari pergerakan harga komoditas masih menjadi salah satu faktor yang menahan penguatan mata uang Garuda.

"Harga minyak mentah dunia yang masih bergerak naik akibat eskalasi konflik di Timur Tengah turut menjadi penahan dan membebani rupiah," ujarnya, Selasa (8/9/2026).

Kenaikan harga minyak dunia menjadi perhatian karena dapat meningkatkan biaya impor energi.

Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap nilai tukar negara-negara yang bergantung pada impor minyak.

Lukman memproyeksikan rupiah masih akan bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Selasa.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Dengan posisi pembukaan di Rp17.641 per dolar AS, rupiah masih berada dalam rentang proyeksi tersebut.

Investor akan mencermati perkembangan harga minyak dunia, pergerakan indeks dolar AS, serta sentimen global yang dapat memengaruhi pasar valuta asing sepanjang perdagangan.* (bi/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rentetan Bencana Hantam Indonesia, Bagaimana Dampaknya terhadap Ekonomi Nasional?
Harga Emas Antam Turun Lagi Hari Ini, 1 Gram Jadi Rp2,637 Juta
Dolar AS Kembali Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.654
IHSG Dibuka Menguat 0,05 Persen ke 6.639,77, Saham KLBF hingga BUMI Naik
Video Prabowo dan Putin di Rusia Dipelintir, Sahroni Desak Polisi Beri Efek Jera: Jangan Dibiarkan!
AHY: Hukum Tak Boleh Berubah karena Nama, Jabatan, Kekayaan, atau Kedekatan dengan Kekuasaan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru