BREAKING NEWS
Rabu, 09 September 2026

IHSG Dibuka Menguat 0,41% ke 6.646, Saham Bank Besar dan Astra Masuk Zona Merah

Dharma - Selasa, 08 September 2026 10:06 WIB
IHSG Dibuka Menguat 0,41% ke 6.646, Saham Bank Besar dan Astra Masuk Zona Merah
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 8 September 2026.

Namun, sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) justru bergerak melemah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.02 WIB, IHSG menguat 0,41 persen atau naik ke level 6.646,52.

Baca Juga:

Dari ratusan saham yang diperdagangkan, sebanyak 340 saham menguat, 139 saham melemah, sedangkan 484 saham bergerak stagnan.

Sejumlah saham dalam indeks LQ45 mencatat penguatan pada awal perdagangan.

PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menjadi saham dengan kenaikan terbesar, yakni 4,90 persen ke level Rp535 per saham.

Selanjutnya, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 3,64 persen menjadi Rp228. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga naik 2,27 persen ke Rp4.510.

Penguatan turut terjadi pada PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang naik 1,95 persen menjadi Rp1.045.

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menguat 1,93 persen ke Rp9.250, sementara PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 1,68 persen menjadi Rp1.510.

Pergerakan tersebut menunjukkan adanya minat beli pada sejumlah saham komoditas dan energi di awal perdagangan.

Di sisi lain, beberapa saham dalam jajaran LQ45 bergerak di zona merah.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) menjadi saham dengan pelemahan terbesar, yakni turun 1,00 persen ke Rp2.980.

PT Indosat Tbk. (ISAT) menyusul dengan penurunan 0,85 persen menjadi Rp2.330. PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) juga melemah 0,64 persen ke Rp780.

Sementara itu, sejumlah saham unggulan perbankan dan konglomerasi turut terkoreksi.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 0,51 persen ke Rp3.890. PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 0,41 persen menjadi Rp4.890.

Adapun PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,38 persen ke Rp6.600.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan secara teknikal IHSG masih berada dalam kondisi yang relatif positif.

IHSG masih bertahan di atas level MA20 dan indikator MACD berada di area positif. Namun, momentum penguatan indeks mulai berkurang.

"Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA20 dengan MACD positif, namun momentum mulai melandai. Kami memperkirakan IHSG konsolidasi di kisaran 6.600–6.700, dengan 6.600 sebagai support dan 6.700 sebagai resistance. Breakout 6.700 membuka peluang penguatan lanjutan, sementara break 6.600 berisiko menuju 6.475–6.375," katanya dalam riset hariannya, Selasa (8/9/2026).

Dengan proyeksi tersebut, level 6.600 menjadi area penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar sebagai batas bawah atau support.

Sementara level 6.700 menjadi resistance atau batas atas yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lebih lanjut.

Analis menilai salah satu katalis utama yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG pekan ini adalah rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat pada 11 September 2026.

Konsensus memperkirakan inflasi headline berada di level 3,4 persen secara tahunan atau year on year (YoY), sedangkan inflasi inti diproyeksikan sebesar 2,4 persen YoY.

Data inflasi tersebut akan menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).

Menurut analis, data tenaga kerja AS yang cenderung solid turut menjadi pertimbangan pasar dalam memperkirakan kebijakan The Fed berikutnya.

Jika data CPI AS berada di atas ekspektasi, tekanan terhadap IHSG berpotensi meningkat.

Sebaliknya, apabila inflasi lebih rendah dari perkiraan, minat investor terhadap aset berisiko atau risk appetite berpotensi kembali meningkat.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing pembaca.

Setiap keputusan investasi memiliki risiko dan menjadi tanggung jawab investor.* (bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Awal Perdagangan Selasa, Rupiah Melemah ke Rp17.641 per Dolar AS
Harga Pangan Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp91.300 per Kilogram!
IHSG Ditutup Melemah ke 6.619, Asing Net Sell Rp317 Miliar
Harga Emas Antam Turun Lagi Hari Ini, 1 Gram Jadi Rp2,637 Juta
Dolar AS Kembali Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.654
IHSG Dibuka Menguat 0,05 Persen ke 6.639,77, Saham KLBF hingga BUMI Naik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru