BREAKING NEWS
Sabtu, 12 September 2026

Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter, Ini Pemicunya

Nurul - Sabtu, 12 September 2026 14:49 WIB
Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter, Ini Pemicunya
Pertamax. (foto: Dok. Setkab)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, terus menekan pasar energi global.

Konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir membuat harga minyak mentah dunia bergerak fluktuatif dan berpotensi berdampak terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan situasi geopolitik saat ini lebih kompleks dibandingkan konflik Rusia-Ukraina yang sebelumnya turut mengguncang pasar energi dunia.

Baca Juga:

Menurut Eko, dampak konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia masih berada pada level tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan.

"Katanya hari ini harga dunia, BBM juga sedang naik lagi dibandingkan, jadi kalau berharap turun US$ 70 per barel atau US$ 60 per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera," ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Eko menjelaskan, apabila harga minyak dunia tetap bertahan tinggi dan belum mengalami penurunan, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax.

Dalam skenario tersebut, harga Pertamax dan produk BBM nonsubsidi lainnya berpotensi berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

"Karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang, harga Pertamax dan lain-lain itu akan berkisar antara di angka Rp 18-20 ribuan, karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," beber Eko.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan harga BBM nonsubsidi di Indonesia.

Sebelumnya, harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran memanas.

Pada perdagangan Kamis, harga minyak bahkan sempat menembus US$108 per barel, yang menjadi level tertinggi sejak Mei 2026.

Harga minyak dunia kembali berada di atas US$100 per barel pada pekan ini seiring meningkatnya eskalasi konflik di sekitar Selat Hormuz dan Laut Merah.

Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam aksi saling serang.

Sementara itu, kelompok Houthi yang mendapat dukungan Iran juga melancarkan serangan terhadap Arab Saudi.

Situasi tersebut meningkatkan ketegangan di kawasan Selat Bab al-Mandab yang menjadi salah satu jalur penting bagi lalu lintas perdagangan dan energi dunia.

Konflik di kawasan Timur Tengah turut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global.

Ketidakpastian tersebut mendorong para pedagang meningkatkan pembelian minyak mentah sebagai langkah antisipasi apabila gangguan distribusi berlangsung lebih lama.

Meningkatnya permintaan minyak mentah di tengah kekhawatiran terhadap pasokan kemudian ikut memberikan tekanan terhadap harga komoditas energi dunia.

Jika harga minyak global terus berada pada level tinggi, tekanan terhadap harga BBM nonsubsidi di Indonesia juga berpotensi berlanjut.

Namun, perkembangan harga BBM tetap bergantung pada kondisi pasar minyak dunia dan kebijakan harga yang diterapkan oleh masing-masing badan usaha.* (d/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemko Medan Bongkar Penyebab Harga Ayam Tinggi: Rantai Pasok Terlalu Panjang
Daftar Harga iPhone Duo hingga iPhone 18 Pro Max, Cek Lengkapnya di Sini
Harga Emas Antam Kembali Turun! 1 Gram Kini Rp2.600.000
IHSG Anjlok 1,43 Persen, 10 Saham Ini Justru Cetak Kenaikan hingga 85 Persen!
Sempat Tersumbat di Kedalaman 13.000 Kaki, PHKT Berhasil Bangkitkan Kembali Sumur Tua Sepinggan V-7 hingga Lampaui Target Produksi
Mulai Rp999 Ribu! Ini Daftar Harga Tecno, Infinix, dan Itel Terbaru September 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru