BREAKING NEWS
Sabtu, 12 September 2026

IDAI Sumut Kritik Gibran Bawa Dokter Pribadi ke Karo: Dokter Anak Kita Ada 300 Lebih, Ngapain Repot-repot?

Dharma - Sabtu, 12 September 2026 15:34 WIB
IDAI Sumut Kritik Gibran Bawa Dokter Pribadi ke Karo: Dokter Anak Kita Ada 300 Lebih, Ngapain Repot-repot?
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming (Foto: dok Setwapres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Utara (Sumut) mengkritik langkah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang membawa dokter pribadinya saat mengunjungi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo.

Ketua IDAI Sumut dr Rizky Ardiansyah SpA mengatakan perhatian Gibran terhadap kondisi para siswa patut diapresiasi. Namun, menurutnya, keberadaan dokter pribadi Wapres di Karo dinilai tidak terlalu mendesak mengingat Sumut memiliki cukup banyak tenaga medis dan dokter spesialis anak.

"Langkah itu dinilai tidak terlalu mendesak, lantaran Sumut memiliki sumber daya manusia khususnya dokter spesialis anak dan tenaga medis yang memadai," kata Rizky, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga:

Rizky menyebut Sumut memiliki lebih dari 300 dokter spesialis anak dan lebih dari 50 dokter subspesialis anak dari berbagai disiplin ilmu. Sementara itu, Kabupaten Karo disebut memiliki sedikitnya lima dokter spesialis anak.

"Sumut memiliki lebih dari 300 dokter spesialis anak, 50 lebih dokter subspesialis anak dari disiplin ilmu berbeda dan Kabupaten Karo memiliki setidaknya lima dokter spesialis anak," ujarnya.

Menurut Rizky, penanganan siswa yang mengalami keluhan setelah diduga mengonsumsi menu MBG sejauh ini telah dilakukan sesuai kebutuhan medis. Para korban disebut telah mendapatkan pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Rumah sakit yang menangani para siswa antara lain Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabanjahe serta RS Efarina Etaham.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI tersebut menilai sistem pelayanan dan rujukan terhadap korban sudah berjalan. Karena itu, dia mengatakan kebutuhan saat ini bukan sekadar kehadiran simbolis, melainkan penguatan sistem penanganan kesehatan.

"Layanan itu menunjukkan sistem dan rujukannya telah berjalan, namun saat ini dibutuhkan bukan hanya simbol kehadiran saja, melainkan penguatan pada sistemnya," katanya.

Rizky mengatakan pihaknya tetap mengapresiasi perhatian Wapres terhadap para korban dugaan keracunan MBG di Karo. Namun, dia berharap penguatan pelayanan kesehatan anak dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya medis yang telah tersedia di Sumut.

Kehadiran Gibran di Karo sebelumnya dilakukan untuk melihat langsung kondisi para siswa yang masih mengalami keluhan setelah insiden dugaan keracunan MBG. Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga membawa dokter pribadinya untuk membantu menangani kondisi para korban.

Kasus dugaan keracunan MBG di Karo terjadi pada 13 Agustus 2026 dan berdampak pada ratusan siswa. Penanganan para korban hingga kini masih menjadi perhatian pemerintah dan tenaga kesehatan.* (mi/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Keracunan MBG Terus Terjadi, Pengamat: Jika Presiden Prabowo Tetap Memaksakan, Saya Akan Mundur Kalau Saya sebagai Kepala BGN
Kasus Kematian Winda Lorenza Naik Penyidikan, Polisi Gunakan Sangkaan Alternatif Pasal 458 atau 462 KUHP
333 Siswa Keracunan Massal Kebab Ayam MBG, BGN Resmi Hentikan Operasional SPPG Lombok Tengah
IDAI Desak Penghentian Kasus Keracunan MBG: Enough Is Enough, Jangan Ada Lagi Korban Anak
Buntut Keracunan Massal di Karo, Dinkes Sumut Perketat Pengawasan Dapur MBG
Sebulan Lebih Berlalu, Kasus Keracunan MBG 353 Siswa Karo Akhirnya Naik Penyidikan, Polisi Periksa Guru hingga Dokter
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru