Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
KARO - Polres Karo meningkatkan penanganan kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Polisi menyebut peningkatan status tersebut dilakukan setelah ditemukan dugaan tindak pidana dalam kasus yang berdampak pada ratusan pelajar.
Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha membenarkan perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kejadian yang berlangsung pada 13 Agustus 2026.
"Benar, sudah naik sidik," kata Pedoman Maha, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga:
Sejumlah saksi yang telah diperiksa antara lain guru, murid, dan dokter rumah sakit yang menangani para korban. Penyidik masih mengumpulkan keterangan untuk melengkapi proses penyidikan.
"Saksi-saksi sudah diperiksa, seperti guru, murid, dokter RS yang menangani. Mungkin kalau sudah lengkap akan digelar perkara," ujar Pedoman.
Kasus tersebut bermula setelah ratusan pelajar di Kabupaten Karo diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dalam program MBG pada Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dalam penanganan sebelumnya, makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di area Kodim 0205/Tanah Karo. Dapur tersebut disebut dikelola Yayasan Manunggal Kartika Jaya.
Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy sebelumnya mengatakan tim gabungan bersama Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kejadian.
Dugaan keracunan tersebut dilaporkan berdampak pada 353 siswa dari sejumlah sekolah di Kabupaten Karo. Satu siswa sempat dirujuk ke Medan dan menjalani perawatan di ruang ICU, meski kemudian disebut mengalami perbaikan kondisi.
Pemprov Sumut sebelumnya juga menyatakan SPPG yang terkait dengan kejadian tersebut telah diberi sanksi berupa penghentian sementara. Siswa yang diduga mengalami keracunan disebut mengonsumsi makanan dari SPPG yang sama.
Di tengah proses hukum, salah satu korban, Febi Yona br Purba, juga sempat menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik, Medan. Keluarganya sebelumnya menceritakan Febi mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah kejadian, termasuk muntah, kejang, dan gangguan ingatan.
Polres Karo kini masih mendalami rangkaian kejadian tersebut melalui pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti. Setelah proses penyidikan dinilai cukup, penyidik akan melakukan gelar perkara lanjutan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.