Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
LOMBOK TENGAH - Sebanyak 352 siswa dari lima sekolah di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (11/9/2026). Para siswa mengalami keluhan seperti mual dan pusing hingga harus mendapat penanganan medis.
Para siswa tersebut berasal dari SDN 2 Lendang Tampel, SDN Repok Puyung, SDN Beber, MTs Qudwatun Hasanah, dan SDN Mertak Kesambik. Mereka kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.
Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol Hariyanto mengatakan para siswa diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG yang disalurkan salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga:
Menu yang dikonsumsi para siswa disebut terdiri dari buah salak, ayam suwir, kebab, nugget, dan salad selada.
Para siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan di sejumlah puskesmas, di antaranya Puskesmas Pringgarata, Bagu, Aik Darek, dan Mantang.
Kondisi para siswa masih dalam pendataan. Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan MBG Lombok Tengah sebelumnya memastikan penanganan terhadap para korban menjadi prioritas. Ketua Satgas MBG Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya mengatakan pihaknya masih mengecek kondisi siswa yang dirawat di sejumlah puskesmas.
Firman mengatakan sebagian siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Namun, pihaknya masih melakukan pengecekan untuk memastikan jumlah siswa yang masih menjalani perawatan.
"Kami belum bisa laporkan lebih banyak. Sebagian besar sudah pulang, ini saya mau pastikan dulu berapa yang masih tersisa dan memastikan penanganan dulu," ujar Firman.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada para siswa belum diketahui. Dinas Kesehatan masih melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui makanan yang diduga menjadi penyebab.
Firman mengatakan Satgas dan Badan Gizi Nasional (BGN) masih berfokus pada penanganan para siswa. Evaluasi terhadap SPPG yang menyalurkan makanan juga belum dilakukan karena tim masih memprioritaskan kondisi korban.
"Kita fokus ke penanganan korban dulu. Untuk soal investigasi dan lain-lain nanti ada sesi tersendiri," katanya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.