BREAKING NEWS
Jumat, 11 September 2026

Satu Sampel Makanan MBG di Sidoarjo Positif Terkontaminasi Bakteri, Apa Jenisnya?

Johan - Jumat, 11 September 2026 13:21 WIB
Satu Sampel Makanan MBG di Sidoarjo Positif Terkontaminasi Bakteri, Apa Jenisnya?
Keracunan yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Yayasan Al Islamiyah, Putat Tanggulangi, Sidoarjo diduga berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026) malam. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIDOARJO — Satu sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperiksa setelah sejumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami gangguan kesehatan dinyatakan positif terkontaminasi bakteri.

Namun, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo belum mengungkap jenis bakteri yang ditemukan.

Pemerintah juga belum memastikan apakah temuan tersebut berkaitan langsung dengan gangguan kesehatan yang dialami para santri.

Baca Juga:

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Sidoarjo sekaligus Ketua Satgas MBG Sidoarjo, M Ainur Rahman, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah sampel telah diterima pemerintah dan dilaporkan kepada Bupati Sidoarjo.

"Hasil lab-nya sudah keluar. Tapi bahasa medisnya saya enggak hapal. Ada satu yang positif, tapi saya enggak tahu tentang apanya yang positif," kata Ainur, Jumat (11/9/2026).

Menurut Ainur, sebagian besar sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif.

Pemerintah daerah masih menunggu penjelasan teknis mengenai hasil pemeriksaan tersebut sebelum menyampaikan informasi lebih lanjut.

"Banyak yang negatif. Hanya ada satu yang positif apa gitu. Saya enggak bisa menjawab, nanti salah memberikan informasi," ujarnya.

Pemerintah daerah belum menyimpulkan bahwa bakteri yang ditemukan pada salah satu sampel menjadi penyebab gangguan kesehatan para santri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan temuan bakteri pada sampel makanan belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.

Menurut dia, Dinkes masih menelusuri berbagai kemungkinan sumber gangguan kesehatan, termasuk air, bahan baku makanan, hingga kondisi lingkungan.

"Yang paling mungkin untuk menimbulkan permasalahan kan pasti bisa dari air, bisa dari bahan bakunya," katanya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Keracunan MBG Dinilai Bahayakan Nyawa, Mahfud MD: Jangan Cuma Teguran Basa-basi, Harus Diproses Hukum!
Wapres Gibran Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo, Orang Tua Desak Kasus Diusut Tuntas
"Power Sharing" Tak Cukup, Prabowo Butuh Rekonsolidasi Kekuatan
Mengarsiteki Kedaulatan Finansial Gen Z: Membedah Ilusi Inklusi dalam Kebijakan Rekening Otomatis
BULOG Medan Gencarkan Gerakan Pangan Murah, Masyarakat Bisa Dapat Beras dan Minyak Harga Terjangkau
Konflik DPRD dan Bupati Tapteng Berakhir, 9 dari 10 Tuntutan Dewan Disepakati
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru