BREAKING NEWS
Jumat, 11 September 2026

"Power Sharing" Tak Cukup, Prabowo Butuh Rekonsolidasi Kekuatan

Redaksi - Jumat, 11 September 2026 12:34 WIB
"Power Sharing" Tak Cukup, Prabowo Butuh Rekonsolidasi Kekuatan
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: Prabowo Subianto/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Boy Anugerah

TAK ada luapan emosi dan sindiran dalam pidato Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat ke-25 di Indonesia Arena, Kompleks GBK, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026) malam.

Bisa jadi karena Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah memberikan klarifikasi terlebih dahulu atas maksud pidatonya empat hari lalu yang sempat menimbulkan polemik dan kontroversi.

Baca Juga:

Bisa jadi ketenangan Prabowo dalam menyampaikan pidato karena kehadiran sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)—Presiden RI ke-6 sekaligus rekan sejawatnya di Akademi Militer (Akmil)—yang membuatnya cukup segan untuk berbicara lepas seperti biasanya.

Tapi bisa juga ketenangan dan nihil emosi yang ditampilkan oleh Prabowo malam itu karena pidatonya yang disampaikan dengan memegang teks, agar terkontrol, seperti kelakarnya di hadapan peserta yang hadir malam itu.

Sikap tenang Prabowo malam itu tampaknya merupakan hasil refleksi mendalam atas situasi politik dan dinamika kebangsaan yang membelit Indonesia hari ini.

Tantangan rezim pemerintahan yang dimenangi oleh Prabowo bersama Gibran dengan perolehan 58,6 persen suara dari total suara sah nasional hari ini tak mudah—kompleks dan pelik.

Berbagai program prioritas pemerintah berjalan tak terlalu mulus, membutuhkan koreksi dan evaluasi kebijakan, katakanlah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, ketahanan pangan, hingga Koperasi Merah Putih.

Ancaman dan Tantangan Pemerintahan

Situasi geopolitik menjadi faktor eksternal yang berada di luar kendali pemerintah.

Ketahanan energi yang kian tergerus hari ini merupakan resultante nyata dari situasi geopolitik tersebut.

Harga BBM berpotensi terus meroket seiring dengan rantai pasok dan konektivitas yang putus.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mengarsiteki Kedaulatan Finansial Gen Z: Membedah Ilusi Inklusi dalam Kebijakan Rekening Otomatis
BULOG Medan Gencarkan Gerakan Pangan Murah, Masyarakat Bisa Dapat Beras dan Minyak Harga Terjangkau
Konflik DPRD dan Bupati Tapteng Berakhir, 9 dari 10 Tuntutan Dewan Disepakati
Dinkes Sumut Minta Siswa Teliti Sebelum Konsumsi MBG: Cek Aroma, Warna dan Batas Waktu
DPRD Sumut Beri Waktu 2 Hari untuk Turunkan Harga Ayam, Produsen Terancam Ditindak
Kondisi Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Memburuk, Bobby Nasution Minta Krismas Dirujuk ke Medan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru