Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Oleh:Boy Anugerah
TAK ada luapan emosi dan sindiran dalam pidato Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat ke-25 di Indonesia Arena, Kompleks GBK, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026) malam.
Bisa jadi karena Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah memberikan klarifikasi terlebih dahulu atas maksud pidatonya empat hari lalu yang sempat menimbulkan polemik dan kontroversi.
Baca Juga:
Bisa jadi ketenangan Prabowo dalam menyampaikan pidato karena kehadiran sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)—Presiden RI ke-6 sekaligus rekan sejawatnya di Akademi Militer (Akmil)—yang membuatnya cukup segan untuk berbicara lepas seperti biasanya.
Tapi bisa juga ketenangan dan nihil emosi yang ditampilkan oleh Prabowo malam itu karena pidatonya yang disampaikan dengan memegang teks, agar terkontrol, seperti kelakarnya di hadapan peserta yang hadir malam itu.
Sikap tenang Prabowo malam itu tampaknya merupakan hasil refleksi mendalam atas situasi politik dan dinamika kebangsaan yang membelit Indonesia hari ini.
Tantangan rezim pemerintahan yang dimenangi oleh Prabowo bersama Gibran dengan perolehan 58,6 persen suara dari total suara sah nasional hari ini tak mudah—kompleks dan pelik.
Berbagai program prioritas pemerintah berjalan tak terlalu mulus, membutuhkan koreksi dan evaluasi kebijakan, katakanlah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, ketahanan pangan, hingga Koperasi Merah Putih.
Ancaman dan Tantangan Pemerintahan
Situasi geopolitik menjadi faktor eksternal yang berada di luar kendali pemerintah.
Ketahanan energi yang kian tergerus hari ini merupakan resultante nyata dari situasi geopolitik tersebut.
Harga BBM berpotensi terus meroket seiring dengan rantai pasok dan konektivitas yang putus.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.